Uncategorized

Step Mom

Semalem nonton “Step Mom” di Global TV… yang mainnya Susan Sarandon ama Julia Roberts…

Film itu emang udah ditayangin berulang-ulang di beberapa stasiun TV. Biar gitu, aku nggak bosan nontonnya. Dan berulang kali itu juga terkuras air mataku tiap kali nonton itu Film itu bermakna dalem banget buat aku….

Well, mungkin karena aku juga punya step mom, yaaa….
Kerennya film ini nggak kayak film2 yang bercerita tentang ibu tiri pada umumnya di Indonesia (di mana di film2 Indonesia, cerita ibu tiri itu selalu jahat).

Dari film ini, aku udah belajar banyak. Banyak banget. Sampai, aku bahkan seolah bisa merasakan kekhawatiran seorang step mom. She must be very affraid of being a second place.

Ibu kandungku pastinya menyimpan masa bayiku, masa balitaku dan saat aku pertama sekolah. Sementara step mom-ku menyimpan masa ABG-ku dan masa dewasaku. Step mom-ku lah yang menyimpan kenangan haid pertamaku, waktu aku jadi anak SMP, anak SMA, sampai jadi anak kuliahan. Step mom-ku lah yang jadi saksi aku mulai gedebug in love, mulai suka ama cowok. Dia yang nemenin aku menjelang ujian. Dia juga yang ikut menangis terharu waktu aku wisuda. Dia yang nggak tidur kalo aku belum pulang dari mana-mana. Dia yang selalu mengkhawatirkan aku kalo aku belum pulang. Dia yang selalu menungguiku dan merawatku kalo aku sakit.

Bahkan step mom-ku lah yang nyiapin ini itu buat pernikahan aku. Dan aku, sama sekali nggak bisa menyimpan step mom-ku di tempat kedua. She’s my mommy too…

Aku takut, ibuku menyimpan kekhawatiran saat kami berdua saja di kamar pengantinku, bahwa aku akan mengatakan,” Seandainya ibu (kandung)-ku ada di sini.”

Mungkin, iya, di hati kecilku pasti akan tercetus kata seperti itu, dan itu memang lumrah. But I’m gonna try to promise myself, that I won’t say those words.

Step mom….
Aku nggak suka dengan istilah itu. Step mom itu sama dengan ibu kandung. Dia punya kasih sayang yang sedemikian besar sehingga mampu menyayangi dan mau berkorban buat anak yang bukan terlahir dari rahimnya sendiri…

Profesi seorang step mom itu mulia banget, lho…. Dia bisa mencintai anak yang bukan terlahir dari rahimnya sendiri tanpa memilih-milih, bahkan dia bisa menerima kenyataan kalo si anak kadang dengan kurang ajarnya menjadikannya sebagai second place.

Sungguh, aku tak membedakan yang mana step mom-ku yang mana ibu kandungku. Keduanya sama mulia. Keduanya punya tempat di hati. Semoga, keduanya punya tempat di sisi yang mulia di sampingNYA dalam surgaNYA. I LOVE YOU, MOM!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s