Uncategorized

Gue yang Salah (Lagi)?

Jumat kemarin (21 Oktober 2005), gue memutuskan buat cabut dari milis kuliahan gue…
Sebenernya nggak maksud gue buat mutusin tali silaturrahiim yang udah terjalin lewat milis itu… cuma…hal yang bikin gue TERPAKSA CABUT dari milis itu adalah…
milis itu mungkin bukan tempat nangkring yang enak (lagi) buat gue…

terus terang, gue sambil nangis berdarah-darah waktu memutuskan buat unsubscribe dari milis angkatan gue.

karena gue udah begitu nyaman dengan keberadaan milis itu, tapi…
ketika gue nyoba buat ngingetin bahwa candaan mereka udah kelewat murahan, sampai ngangkat firman Allah bahkan udah nge-cap orang lain nggak beriman, mereka marah dan terus dibahas.

Gue salah, ya?

Gue cuma mau ngingetin, kok, pada tersinggung…
Pertama kali gue ngingetin, gue sama sekali nggak dalam keadaan marah. Gue cuma kasihan sama mereka. Niat gue mengingatkan mereka karena gue sayang sama mereka. Dan udah jadi kewajiban kita buat saling mengingatkan.
Tapi, ujung-ujungnya…
Semua nyindir gue…

Terus terang, waktu itu gue ngerasa gue merasa bersalah banget karena gue udah dengan sok suci buat mengingatkan mereka, karena ambisi pribadi gue cuman satu: gue nggak mau menuh-menuhin inbox e-mail gue dengan isi yang walau cuma sebaris tapi isinya buat jelek-jelekkin temen. Memang nggak pake tersinggung. Tapi, kenapa pas lagi Ramadhan begini, nggak kita isi dengan obrolan yang lebih bermanfaat?

Kenapa kudu tersinggung?

Gue keluar dari milis itu bukan karena peringatan gue nggak diindahkan.
Gue keluar karena gue nggak bisa baca isi milis seperti itu. Ini memang misi pribadi gue. Makanya, gue pilih keluar dari milis. Gue masih menangisi keputusan gue sebenernya. Tapi, gue kudu tegas ama diri gue sendiri. Bukannya gue pengen misi pribadi gue bisa diterima temen-temen gue, cuma…. gue nggak tahan lihat temen-temen gue memanfaatkan milis itu buat saling mengejek. Kan masih ada mang japri yang bisa dipake? Toh, mereka baru berhenti saling mengejek setelah ada yang mengingatkan. Sana bikin milis sendiri kalo mau saling menghujat!

@#%&?!!!!!

Ini bukan masalah nggak dewasa. Gue udah kelewat sakit hati dengan tanggapan mereka. Gue tahu gue nggak sesuci itu. Gue lakukan itu karena gue peduli ama mereka, ama kita. Gue cuman pengen kita bisa sama-sama memperbaiki diri kita. Gue tau gue nggak bisa membahagiakan orang lain, tapi minimal gue pengen belajar buat tidak menyakiti hati mereka. Gitu…

Kadang kita mesti belajar dari mereka yang kurang beruntung. Dari mereka yang cuma dikasih umur nggak panjang… Gue nggak mau kita semua nyesel atas apa yang kita katakan pada saat nafas kita udah tinggal di tenggorokan dan nggak akan balik lagi ke badan kita… It will be too late….

Advertisements

4 thoughts on “Gue yang Salah (Lagi)?

  1. p3n1 said: Kadang kita mesti belajar dari mereka yang kurang beruntung. Dari mereka yang cuma dikasih umur nggak panjang…

    itu benar ! …;p, ( maaf tidak bermaksud menggurui dan ikut campur ), dan jangan kecil hati ya ..

  2. No you not (I think …)Karena saling mengingatkan dalam kebenaran itu jelas banget tuntunan nya Pen. Tetaplah untuk selalu saling mengingatkan dalam kebenaran dan kebaikan and tetap semangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s