Uncategorized

Ironi…

Bukan nyontek judul lagu lama yang dinyanyikan ulang sama Helena, mantan Indonesian Idoler..
cuma….
baru sempet buka2 multiply ini lagi, kepikiran tentang lebaran aja…

Salah satu bulikku di Amrik, cerita tentang how she spent her Lebaran’s day by working in the court… boro2 mau silaturahmi, sungkeman ama keluarga, shalat Ied aja ga bisa karena dia harus segera masuk kerja, berhubung di sono, tanggal 1 Syawal bukanlah tanggalan merah…

Betapa bersyukurnya kita yang ada di Indonesia, yang memang ada tradisi mudik.. di mana beberapa hari sebelum lebaran, ada kesempatan buat mudik. Ikutan berjubel di tempat2 transportasi publik, semisal bandara, stasiun kereta api bahkan terminal bus…

Atau, lebih dipersempit lagi, di kantor saya yang memang muslim semuanya, jadi dikasih kesempatan buat menikmati liburan lebaran. Bahkan, ada yang memanfaatkan cuti tahunannya buat dihabisin pas lebaran itu….

Tapi, ada juga temen yang merayakan hari fitri itu dengan cara kongkow2 bareng temen2 dari Asia (dia lokasinya di Kanada). Malah, semua masakan Indonesia ada. Mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, dll, khasnya makanan lebaran di Indonesia. Bahkan, ceritanya, dia ama sekelompok orang di situ ngadain acara lebaranan selama bulan Syawal… dahsyat, dah! Lebih heboh dari di kampung mereka sendiri…

Ironinya… berita2 pembunuhan dan pemerkosaan makin banyak terdapat setelah lebaranan ini… Kok, bisa?
Katanya, Ramadhan itu bulan latihan menahan diri… mana bekasnya?
Ke manakah nurani manusia sekarang? Kenapa sebagian dari kita masih sulit menahan nafsunya? Kenapa masih menuhankan hawa nafsu dan rela diperbudak hawa nafsu?
Nggak ingatkah akan kehidupan sesudah kematian? Kenapa berani menantang Tuhan?

Apa ini dampak dari Ghazwul Fikri (perang pemikiran)? Apa ini dampak dari kebebasan berpendapat? Apa ini dampak dari reformasi? Semua media (tanpa tedeng aling2) masuk secara membabi buta, mulai dari yang sopan sampai yang sudah tidak lagi bisa dibilang sopan berani unjuk gigi. Istilah2 yang dulu sangat tabu untuk diucapkan, sekarang malah menjadi salah satu judul acara beberapa stasiun televisi. Alih2 buat menginformasikan kenyataan dunia saat ini, acara2 tersebut malah memicu manusia2 tanpa bekal iman dan rasa takut pada Tuhan untuk semakin mengasah dirinya ke dalam kemaksiatan. A’udzubillaahi min dzaalik!

Semoga kita termasuk orang yang selalu dapat menahan diri dari hal2 yang dilarangNYA…
Semoga Allah SWT selalu memuliakan kita… Tampak hina di hadapan manusia bukan berarti hina di hadapanNYA…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s