Uncategorized

Teteh “Y”

Namanya “Y”… aku biasa memanggilnya dengan panggilan teteh “Y”
usianya sekitar 7 tahun di atasku…
waktu aku masih SD dulu, aku sering main sama dia. Waktu itu dia sudah SMA….
Sekarang sih, memang udah nggak main lagi sama dia…
tapi….
kalo misalnya kami seangkot atau ketemu di jalan, pasti saling menegur dan ngobrol banyak, hingga…..

setelah aku menikah, ketemu dia di jalan, dia seolah menghindariku.
Dan kalaupun terpaksa ketemu aku, dia cuma say hi, lalu cabut buru2…

pertama digituin, aku langsung ngadu ke ibu. Maksudnya, sih, pengen sharing…
“Bu, kok, teh ‘Y’ kayak menghindar, ya?”
“Kenapa gitu?” Ibu nanya balik.
“Ya… biasanya kan selalu ngobrol kalo ketemu. Tapi sekarang, kalo ketemu, cuma bilang hai, trus buru2 kabur, deh!” sahutku.
“Ga usah dipikirin.. itu cuma perasaan kamu aja…,” sahut ibu menenangkan.
“Oke”

Tapi…..
tiap ketemu memang gitu terus…!!!!

Sampai… beberapa hari yang lalu, sepulang dari kantor, aku mampir ke mini market deket rumah buat beli persediaan kopi. Sekalian lirik2 cemilan sih…
pas lagi milih2 cemilan itu, aku lihat teh “Y” ada di situ juga. Dan dia bawa keranjang belanjaan. Biasanya kalo orang sampai bawa keranjang belanjaan, ga mungkin cuma belanja satu item yang jumlahnya cuma satu. Pasti dia niat belanja banyak.

Mata kami ketemu dan akhirnya saling nyapa. Aku pikir dia pasti masih lama belanjanya, jadi aku nunggu dia sambil meneliti itu para cemilan (saking kepingin jalan bareng).

Ternyata, ga sampai dua menit, dia udah ada di kasir. Kontan aku kaget, dunks! Lalu menyusulnya! Sayangnya keselip satu orang, jadi aku ga ngantri di belakangnya. Dan yang bikin aku kaget, dia cuma belanja satu item saja!!!!

“Duluan, Pen!” katanya, trus dia buru2 keluar.
Dasar Peni yang memang kepingin bareng dengannya, selesai bayar, mengejarlah teteh “Y”.
Ternyata dia udah sangat jauh di depan! Aku pantang menyerah, dunks! Lari pun aku jabani!

Ternyata, dia menghilang dari pandangan! Aku jalan cepet2. Nah, begitu sampai di mini market lainnya, aku menemukan sosoknya yang sedang memilih-milih sesuatu.
Ketauan banget, kan, kalow dia menghindariku?

Tapi kenapa? Apa salahku dan apa masalahnya? Kami ga pernah bertengkar apalagi sampai musuhan. Bahkan, beberapa hari sebelum aku menikah, kami masih ngobrol (well… waktu itu undangan memang belum tersebar di tetangga). Jadi, apa masalahnya?

Karena dia keduluan aku menikah? Terus, kenapa? Kenapa menghindariku kalo itu masalahnya? Aku kan ga salah apa2… terus terang… sikapnya membuat aku sangat sedih.. karena aku tidak pernah merasa menyakitinya… tiap orang punya jalan hidup masing2 dan aku cuma ingin mewujudkan impianku. Itu saja.

Advertisements

3 thoughts on “Teteh “Y”

  1. orchidinia said: wuaahh,, tiap kali dia ketemu mba, dia gi PMS kali mba…heheheheh

    hahahahaha….baru aja kita ngomongin soal pms nyakserasa berhubungan…. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s