Uncategorized

Wrong Number

Setelah peristiwa seminggu di miss call oleh “private number” beberapa waktu lalu, dua minggu ini ada nomer lain yang me miss call ku (lagi). Memang ga separah private number dari segi frekuensi nya, tapi, tetep… bikin bingung, penasaran dan…yah agak terganggu.

Cuma bedanya, nomer yang ini mah terlihat jelas. Mungkin providernya tidak memberi fasilitas private number. Jelas, ini nomer yang tidak saya kenal, lebih tepatnya tidak ada di phone book saya.

Saya sudah mulai tidak peduli, ketika akhirnya si wrong number ini mengirim sms pada saya. Intinya, dia minta informasi tentang sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan saya dan bukan pada saya. Saya berusaha mengingatkan diri saya bahwa itu memang wrong number. Bukan orang iseng, sengaja ingin mengerjai saya, dsb.

Kemudian, yang saya lakukan adalah: membalas sms-nya dan mengatakan bahwa itu bukan nomor seseorang yang dimaksudnya, tapi nomor saya. Maksud saya membalas sms nya tidak lain karena saya merasa kasihan padanya. Pasti orang yang dimaksud sangat penting baginya.

Tapi, ujung2nya, orang ini kemudian memperkenalkan dirinya dengan suatu nama yang sama sekali tidak saya harapkan. Nama orang tersebut membuat saya teringat pada seseorang yang sudah saya coba hapus dari hati saya. Karena nama pemilik “wrong number” ini sama dengan nama orang yang sudah coba saya lupakan.

Saya berusaha tidak mengindahkan nama itu dan berusaha bersikap wajar. Maksud saya, saya berusaha untuk tidak memanjakan pikiran saya yang sudah terlanjur men-judge bahwa itu pasti seseorang di masa lalu saya yang sedang berusaha mendekati saya lagi dengan cara pura2 sebagai orang lain.

Tapi, hati saya tidak bisa berbohong. Saya benar2 jadi teringat pada orang itu. Malam itu, air mata saya tumpah terus dan membuat suami saya bingung, karena saya tidak mau mengatakan apa yang membuat saya menangis. Saya merasa takut. Bukan takut bila “dia” mengganggu saya lagi. Bila itu memang terjadi, saya tak akan peduli.

Yang membuat saya menangis adalah: saya takut bila saya memikirkan orang ini akan menjadi dosa. Bukankah saya sudah punya suami? Buat apa saya memikirkan orang lain? Tapi, kenapa orang ini ketika saya katakan bahwa saya sudah menikah, masih saja mencoba me miss call saya? Toh, dia sendiri yang bilang, kalo saya sudah menikah, dia tidak ingin menghubungi saya lagi, karena takut menjadi fitnah.

Sebenarnya, siapa dia? Apa maunya? Apa benar dia adalah masa lalu saya? Buat apa dia menghubungi saya lagi? Toh, kami sudah sepakat sebelumnya bahwa kami tak perlu berhubungan lagi? Bukankah dia ingin saya bahagia? Dan sekarang saya sudah bahagia!

Maafkan aku, Tuhan. Bantu aku untuk bisa tidak memikirkannya lagi. Bantu aku untuk bisa mengabaikannya. Sebab, hanya Engkau yang punya kuasa untuk membolak-balikkan hati kami.


Advertisements

2 thoughts on “Wrong Number

  1. Teteh…sabar yah :)aku juga pernah “diteror” seperti ini, meskipun sudah 3 tahun saya ga berhubungan sama si “private call”. saya malah pake fasilitas caller id dirumah plus ganti nomer HP. sempet juga minta advis hukum dari pengacara, karna hampir saja mau ngelaporin dia ke polisi….anyway…nothing happen, aku ga ke polisi, ga pernah angkat telp tanpa nomer, ga pernah nanggepin sms iseng. lama2 juga adem sendiri.hidup terlalu singkat buat mikirin masa lalu, dan kebahagiaan ada dipikiran kita…bukan pemberian orang. jadi cuekin aja lah…anggep aja fans..hehehe…sabar ya teh : )

  2. andrini said: hidup terlalu singkat buat mikirin masa lalu, dan kebahagiaan ada dipikiran kita…bukan pemberian orang. jadi cuekin aja lah…anggep aja fans..hehehe…

    iya juga, ya….lucu aja, sih… kalo seandainya dugaan saya bener…masalahnya, pengen cuek takutnya penting, tapi terlalu peduli juga kok rese banget…ma kasih udah berbagi pengalaman… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s