Uncategorized

Ketika Harus Tabah dan Kuat

Sebagai fans berat Harry Potter, sejak awal kedatangannya, saya selalu baca dan ikuti perkembangannya.
Mungkin saya tidak seheboh fans2 lain, yang-katakanlah, bela2in beli berbagai merchandise yang berhubungan dengan Harry Potter, atau bahkan sampai berangan-angan untuk jadi bagian dari asrama Gryffindor, Hufflepuff, Slytherin atau Ravenclaw
yang paling menggelikan, sih, yang pasti pengen jadi orang pertama yang pegang buku itu, atau dapet buku itu. Padahal, apa bedanya ama buku2 yang lain? Toh, isinya sama2 cerita Harry Potter, sama2 diterjemahkan, dll…
Saya memang nge fans, tapi, ga gitu2 amat, ah!

Meski saya nge fans nya ga separah itu, tapi saya kerap terhanyut dalam ceritanya. Saya kagum sama JK Rowling, yang mampu menyihir saya sejak pertama saya baca itu Harry Potter.

Semua yang baca Harry Potter, pasti tau betapa penting arti seorang Albus Dumbledore.
Nah, semalam, saya menangis. Menangis karena ternyata Albus Dumbledore, meninggal karena dikenai kutukan ava kedavra alias kutukan mematikan. Pelakunya tak lain dan tak bukan adalah seorang Pelahap Maut yang sangat dipercaya oleh Dumbledore sudah ‘tobat’.
Duh, saya nangis tak tertahankan…. Saya merasakan kehilangan itu juga….
Herannya, Harry terlihat sangat tabah, kuat. Beda dengan kematian Sirius. Mungkin, karena Harry jauh lebih banyak mempercayai Dumbledore, jauh lebih banyak yang didapatkannya dari Dumbledore, jadi dia memilih untuk menemukan pembunuh Dumbledore juga musuh utama dunia sihir – Voldemort, daripada meratapi kepergiannya.

Saya merasakan kehilangan juga. Entah, saya menangis untuk apa. Apa saya terbawa emosi “meninggalnya Dumbledore” atau karena saya merasa sudah sangat dekat dengan mereka. Entahlah, kematian selalu membawa tangis, saya rasa.

Berarti, di Harry Potter ke 7, tidak akan ada lagi sosok Albus Dumbledore yang hidup, melainkan hanya ada dalam kenangan.

Di akhir cerita, Harry memutuskan untuk tidak kembali ke Hogwarts, melainkan akan bertualang untuk menemukan Voldemort, juga Snape-yang telah membunuh Dumbledore. Di luar dugaan, ternyata Ron dan Hermione memutuskan untuk ikut dengan Harry…

Persahabatan yang sungguh luar biasa….

– Peni, after reading Harry Potter and the Half Blood Prince-

Advertisements

2 thoughts on “Ketika Harus Tabah dan Kuat

  1. yah… persahabatan mereka luar biasa… ngomong2 soal kepala sekolah, aku juga dulu pernag nagis sesedukan jaman SD, ketika ibu kepala sekolah SD mesti jadi kepala sekolah SMA,,, padahal itu kan cuma pergantian jabatan yah? bukannya meninggal yah… dan soal persahabatan, baru2 ini aku terharu ketika ada temen YMku bilang ‘angga… jangan tinggalin ochi ya, kita kan sahabatan dari SD….’ aku sedih seneng terharu… teman sejati akan selalu ada kapanpun…. putri_angga@yahoo.com

  2. anggauzz said: aku sedih seneng terharu… teman sejati akan selalu ada kapanpun….

    yup….aku sih nangis sesenggukan karena siapa lagi yang dipunya Harry yang tau banget karakter Voldemort???tapi, Harry beruntung banget punya temen dan keluarga seperti Hermione, Ron dan the Weasley’s….aku juga punya sahabat seperti itu… tapi, kadang2 kesibukan bikin kita bener2 “terpisah”… hiks….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s