Uncategorized

Tentang Seorang Bocah yang Tewas setelah “Jatuh” dari Kereta Api

Kemarin baca berita di sini, ceritanya ga begitu lengkap, tapi cukup membuatku sedih dan meneteskan air mata.
Tadi pagi, di Radio Mara FM, diulas lagi oleh penyiarnya, yang telah baca lengkap dan aku sudah baca lebih lengkap di sini, dan aku duduk tergugu. Crying 2

Beginikah perilaku manusia Indonesia yang katanya punya dasar Pancasila, di mana sila kedua berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”?????

Manaaaa???? Mana kemanusiaan yang adil dan beradab berlaku di sini???
Manaaaa???? Omong doang!!!!! OMDO!!!!!!

Bocah itu cuma mau kerja, biarpun cuma jadi penyapu! Kenapa mesti dimarahin segala? Kenapa mesti ditangkap? Kenapa mesti dibentak2? Apa karena bocah itu ga bisa kasih duit sama petugas? Mana yang katanya petugas itu sudah disumpah sebelum bertugas buat menjaga keamanan masyarakat. Masyarakat yang mana???????

Bocah itu udah nangis2 *menurut keterangan para saksi* udah minta ampun, masih ditendang juga keluar gerbong sampai terjatuh dari kereta dan nyangkur di peron sehingga terhantam kereta lain yang lewat???? Saya minta pelaku tersebut DIHUKUM MATI SAJA!!!!!

Bocah itu jelas termasuk “miskin” yang katanya dipelihara oleh negara. Ketika dibawa oleh teman2nya ke RSCM, teman2nya yang mengantar dimintai uang sekian juta untuk perawatan bocah ini.

Halloooooo??!!!! RSCM kan rumah sakit pemerintah!!!! Mana katanya orang miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara? Manaaaa??????? Manaaaa???? OMDO!!!!!!

Saya menjadi semakin muak dengan manusia2 yang berusaha menjadi Wakil Rakyat dengan janji2 surga mereka. Saya jadi bertanya, rakyat yang mana, sih, yang dibela?

Kisah ini mungkin tidak akan menjadi ramai, seandainya bocah2 lain yang menjadi temannya yang membawa Permana ke RSCM tidak mengadu ke Komnas HAM. Dari sinilah, baru Komnas HAM berusaha menelusuri kasus ini.

Untukmu, Permana, semoga surga menjadi tempatmu di sana. Allah SWT selalu menaungimu dengan kasih sayang yang belum pernah kau dapatkan di dunia ini. Saya nggak bisa ngomong apa2 lagi sekarang. Kebayang nasib anak2 lain yang sama terlantarnya seperti dia, yang katanya menurut UUD 1945 “dipelihara oleh negara“.

Advertisements

8 thoughts on “Tentang Seorang Bocah yang Tewas setelah “Jatuh” dari Kereta Api

  1. ya biasa bangun pagi yang dibaca MP dulu….baru bikin sarapan tuan2….sedih banget deh..bangsaku tuh…kalau yang sadis kok ya nemen men….gak mikir kalau anak sendiri digituin… mau gak ya ?

  2. estherlita said: gak mikir kalau anak sendiri digituin… mau gak ya ?

    nah itu!!!peni punya adik laki2 berumur 12 tahun…kalo ada berita menyeramkan yang menyangkut bocah laki2 seumur segitu selalu inget adikkuga tau, deh, kayaknya udah pada ga punya hati hiks….

  3. mbak peni,nggak usah terlalu gusar.adik permana mati ketika berjuang. insyaAllah surga tempatnya.kita juga nggak usah terlalu berharap punya petugas yang ideal. masih inget bagaimana cara mendidik adik kelas di STPDN kan?masih untung adik permana punya teman2 yang punya hati untuk mengantarnya ke rs. masih untung teman-teman adik permana itu punya kasih sayang buat sesama. bangsa kita sekarang bukan lagi yang dikenal dulu sebagai bangsa yang ramah-tamah. generasi itu sudah punah.bangsa kita yang sekarang adalah bangsa yang kasar dan egois. bisa dilihat kan, kalau ada yang tidak cocok di hati langsung meradang, dan menghancur-hancurkan.ihiii..iks… gak sanggup nerusin… bangsakuuu… bangsaku…lebih sebel lagi, aku kan termasuk dalam kelompok bangsaku?!?diet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s