Uncategorized

PAS ITB – Pembinaan Anak2 Salman ITB

Menjawab pertanyaan Tante Esther dan Mbak Laksita di tulisan saya beberapa waktu lalu, saya baru sempat nulis tentang PAS ITB sekarang.

PAS ITB itu singkatan dari Pembinaan Anak-anak Salman ITB. Kenapa embel2 ITB mesti muncul juga, sebab lokasinya memang di lingkungan masjid kampus ITB. Secara sekarang, ada produk educatoys bernama PAS, trus di Indonesia juga ada band bernama PAS BAND, trus, ada juga stasiun radio bernama PAS FM.

Ngapain aja, sih PAS ITB itu?

Saya bagi dua, ya….

Pertama, kakak pembina. Kakak PAS ITB itu, terdiri dari mahasiswa-mahasiswa yang kuliahnya di Bandung. Rata2 masih pada jadi mahasiswa atau baru lulus SMA. Ada batas usia untuk diterima sebagai calon pembina PAS. Kalo saya ga salah, di GBH PAS (Garis Besar Haluan PAS) apa di TAPAS – TAPPAS, gitu, ada ketentuannya. Maksimal usia 23 tahun.

Prosedur buat jadi pembina, simpel banget. Cuma ngisi form pendaftaran, tes ngaji, wawancara, trus ikut penataran. Yang nentuin keterima nggaknya itu dari hasil wawancara. Pewawancara adalah pembina yang minimal sudah 3 semester menjadi pembina PAS. Pewawancara ini sesungguhnya tugasnya ga cuma mewawancara calon pembina sebelum dia diterima, tapi juga menjadi pengawas pembina yang diwawancaranya yang sudah diterima ini selama 1 semester.

Dan pembina baru, punya kontrak wajib selama minimal 1 semester. Dia harus aktif ikut segala macam kegiatan yang diwajibkan oleh PAS ITB. Secara dia masih dalam pengawasan. Nah, kalo udah lewat 1 semester, biasanya pembina ini naik tingkat. Dari staf, bisa diangkat jadi ketua departemen. Tergantung prestasinya.

Kedua, adik binaan. Ini terbagi dua. Ada adik TK, ada adik SD. Untuk adik TK, usia yang diterima mulai dari 3,5 tahun. Adik2 TK sendiri dibagi 2 kelompok besar: TK Kecil dan TK Besar. Sementara untuk adik SD, mulai dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD. Ini juga dibagi 3 kelompok besar: Tingkat A, untuk kelas 1 & 2, Tingkat B, untuk kelas 3 & 4, dan Tingkat C, untuk kelas 5 & 6.

Dari kelompok besar ini dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 7 – 10 anak yang didampingi oleh 1-3 kakak pembina.

Trus, aktivitasnya ngapain aja? Macam2. Tapi intinya satu: membina anak2 dan kita punya aktivitas mingguan *semacam sekolah Minggu* di Taman Ganesha, berupa mentoring. Jadi, kebetulan main ke Taman Ganesha, yang letaknya di sebelah barat Masjid Salman ITB, pasti lihat anak2 lari sana-sini.

Mentoring biasanya dimulai dari jam 8 pagi. Untuk anak2 SD, mentoring dibagi 2 waktu. Dari jam 8 pagi sampai 09.30 itu waktunya mentoring Diniyah (=belajar ngaji, denger cerita2 keagamaan, dll dari pembina kelompoknya). Sisanya, dari jam 09.30 sampai datang waktu shalat Dzhuhur, adalah kegiatan unit. Kalo di sekolah itu, namanya ekstrakuriluler.

Sewaktu pertama mendaftar, adik2 SD dikasih pilihan mau ikut unit apa?
Ada Surviva-konsentrasinya ke pecinta alam, jadi ada kegiatan kemah, wall climbing, rappeling, dll yang berbau outbound, ada Asterix *dulu namanya Bokre(=bocah kreatif)*-konsentrasinya ke seni rupa, ada Terpal-konsentrasinya ke Teater, ada Apers(=Awak Pers) *kalo ga salah sekarang dah dimerger ama Bokre* jadi Asterix-konsentrasinya ke bidang jurnalistik, ada BIPP(=Bimbingan Ilmu Pengetahuan Praktis)-yang konsentrasinya ke dunia sains, ada juga Padvoca(=Paduan Vocal Anak)-yang konsentrasinya ke dunia musik-bahkan sudah mengeluarkan 3 album, dan yang terakhir ada Perisai Diri-yang konsentrasi di ilmu bela diri.

Pembina di unit atau ekskul berbeda dengan pembina sewaktu di mentoring Diniyah tadi. Pembina unit juga dibagi berdasarkan minat dari pembina itu sendiri.

Sementara kalo mentoring TK itu, mulai jam 09.00 selesai jam 11.00. Kegiatan dimulai dari circle time (…-09.00), pengkondisian *bikin lingkaran di lapangan, dengan komandan lapangan di tengah lingkaran memandu adik2 berdoa-nyanyi-dan pengumuman hari ini mau ngapain aja, mentoring, makan, pengkondisian pulang.

Nah, untuk kegiatan mentoring PAS ITB itu ada waktunya. Ga setiap hari Minggu ada mentoring. Trus, ga bisa sembarangan main masuk aja. Sistemnya hampir kayak sekolah: ada pendaftarannya dulu dan ada waktu pendaftarannya. Sistem kontrak belajar berlangsung selama 1 semester (kalo ga salah sebanyak 14 pertemuan).

Semester ganjil biasanya dimulai setelah ada pemilihan Ketua Umum PAS baru (secara periode pemerintahan Ketua PAS hanya 2 semester alias satu tahun) melalui Sidang Umum PAS dan Rapat Kerja di awal semester. Oya, semester ganjil
biasanya dimulai bulan Agustus, sesuai dengan jadwal mulai kuliahnya anak2 ITB.

Semester genap dimulai setelah dilaksanakannya Rapat Kerja di awal semester. Biasanya bulan Januari, ini juga disesuaikan dengan jadwal mulai kuliahnya anak2 ITB setelah liburan semesteran. Semester genap biasanya diakhiri dengan Pesantren Kilat (pesantren liburan selama 1 minggu di daerah tertentu) dan Sidang Umum PAS.

Mentoring perdana (hari pertama mentoring) biasanya diisi dengan Pembukaan Mentoring. Ini sejenis pesta penyambutan adik2 baru dan adik2 lama yang bergabung lagi, sekaligus kenalan dengan pembina yang pastinya berbeda (tapi ga jarang juga pembinanya sama dengan semester sebelumnya). Biasanya, kakak2 pembina tampil dalam sebuah pentas. Bisa paduan angklung, bisa drama, dll. Pembukaan juga merupakan pengumuman adik anu masuk kelompok mana Jadi, mulai mentoring minggu depan ga kacow lagi, karena adik2 dah tau dia ada di kelompok mana.

Begitu juga dengan mentoring terakhir, biasanya diisi dengan Penutupan Mentoring. Kayak farewell party, di mana adik dapet sertifikat dan rapor juga dapet souvenir. Biasanya, kakak2 pembina pentas atau mungkin adik2 binaan juga pentas *saya pernah jadi bos di salah satu acara penutupan ini dan terharu melihat totalitas performance adik2 yang… wah, ga nyangka banget, deh!!!!*

Ga cuma mentoring yang bikin rame. Di sekitar area mentoring biasanya dipasang hablay (itu sejenis poster2 mini atau origami yang digantung pake kertas). Bahkan kalo di area mentoring SD ada Lampion (majalah dinding yang digantung pake tali dari pohon). Biasanya, majalah dinding itu kontributornya adik2 binaan.

Hubungan yang terjalin bukan hanya antar kakak PAS aja atau kakak PAS dengan adik binaannya saja, tapi juga dengan orangtua dari adik binaan tersebut. Kami sering diundang untuk nganjang ke rumah orangtua adik binaan. Seneng banget. Disuguhin macam2 (pernah juga sih, nggak disuguhin apa2) sampai perut penuuuuh banget, itupun masih suka dibekali makanan kalo masih sisa. Bahkan, kami suka dikasih ongkos juga. Kadang, kami dikasih hadiah macam2 pas penutupan mentoring oleh orangtua.

Pembina PAS ITB adalah sukarelawan. Secara selama menjadi pembina PAS ITB itu sama sekali tidak dibayar secara materi, dalam arti kata tidak ada gaji bulanan. Kadang, kami harus merogoh kocek kami sendiri untuk ini dan itu.

Biaya satu semester di PAS ITB sendiri relatif murah. Untuk satu semester (14 pertemuan) biayanya sekitar Rp. 175.000 (kalo belum berubah lagi, yaaa). Itu udah include semua-mua, sampai pernah ada yang melongo saking ga percayanya biayanya cuma segitu, untuk satu semester. Padahal, ada acara outing, dll segala. Paling2 kalopun ada biaya tambahan, itu kalo emang bener2 ada acara ekstra, dan dipungutnya ga gede
2 amat.

PAS buat saya udah kayak rumah kedua waktu itu. Indah banget, deh, waktu saya jadi pembina PAS. Tiap hari Minggu ketemu anak kecil, punya sahabat banyak dan…. hehehe saya ketemu jodoh saya di situ.

Itulah sedikit cerita tentang PAS ITB (padahal panjang ). Saya sendiri masuk di semester 30 (awal tahun 1999), sehingga saya selalu menyebut identitas saya di milis sebagai Kak Peni 30 (maksudnya, kak Peni dari semester 30). FYI, semua pembina PAS dipanggil sebagai “kakak”.

Saya ngalumni di semester 39, tapi saya masih sempet berkontribusi selama 2 semester kemudian. Kalo ga salah besok (Minggu, 4 Juni 2006) mau penutupan mentoring semester 44, gitu? Haha, dah lama banget, yaaaa…..

Saya rindu dengan suara danlap (komandan lapangan) memanggil adik2 binaan untuk berkumpul di satu tempat, dengan panggilan bersuara lantang, “Adik-adik……!!!” Nanti adik2 binaan itu sambil berlari atau berjalan cepat menjawab dengan lantang, “SIAAAAAAPPPPP!!!”
Setelah adik2 berkumpul beraturan di tempat tersebut, danlap itu akan berteriak lebih lantang lagi,”SIAAAAAAAPPPP????” Adik2 binaan akan menjawab *sambil meninju ke udara*, “ALLAAHU AKBAR!!!!”
Lalu danlap tersebut akan memulai pengumuman atau apapun kalo adik2nya sudah kumpul di tempat tersebut.

By the way, I miss those moments….
Aku nulis ini sambil berurai air mata……

*oya, di salah satu foto2 ini ada foto poster PAS yang dibuat pada semester 23, sekitar tahun 94, kalo ga salah, gedenya menutupi seluruh plasa Masjid Salman ITB*