Uncategorized

Karena Sayang??? Oya???????

Siang itu pasti menjadi siang yang tak akan bisa terlupakan buat seorang kang Iman Abdullah, aktivis Masjid Salman ITB, yang seorang pengurus LWZ Salman. Sepulangnya dari aktivitasnya yang melelahkan, berikut kondisinya yang sedang kurang sehat, dia harus menyaksikan ketiga anaknya, Faras (6), Nazhif (3) dan Umar (7 bulan) terbujur kaku di tempat tidur. Pertama kali saya baca di sini, lalu ditegaskan ceritanya di sini.

Sebagai mantan aktivis yang berlokasi di lingkungan Salman, saya mengenal kang Iman sebagai seorang aktivis dakwah yang kalem, cakep dan termasuk tipe lelaki idaman.

Sudah pasti kang Iman yang sangat sayang pada anak2nya merasa sangat terpukul, kehilangan ketiga anaknya sekaligus! Dan yang membuat saya sangat shock, menurut berita2 yang saya peroleh di sini, di sini dan di sini, ketiga anak tersebut meninggal dunia karena dibunuh ibunya sendiri alias istri dari kang Iman.

Apa motivasinya? Kesulitan ekonomi? Mereka termasuk keluarga yang mampu. Ketidak harmonisan rumah tangga? Banyak yang menilai bahwa keluarga yang dibangun oleh kang Iman dan istrinya itu termasuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Lalu, kenapa????

Baca di sini, menurut pengakuan istri kang Iman, dia sayang sama anaknya. Sayang kok dibunuh???? Apa ada gejala psikopat? Hiks…..

Anak2 itu sedang lucu2nya. Ironis sekali. Harus kehilangan ketiga anak sekaligus dengan cara sangat mengenaskan. Pasti berat sekali untuk seorang kang Iman ketika dia memimpin shalat jenazah ketiga anaknya sekaligus. *Gambar diambil dari Pikiran Rakyat Online*.

Ya Allah, hamba mohon berikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran untuk kang Iman Abdullah dan keluarganya dalam menghadapi cobaan dariMU ini….Aamiin…..

Advertisements

18 thoughts on “Karena Sayang??? Oya???????

  1. mielnschatz said: ya Allah.. ya Allah.. ya Allah.. *sampe merinding bacanya*.. semoga kang iman diberikan ketabahan, kesabaran dan kekuatan ya, pen.. hikkss

    aamiin….pertama baca beritanya, speechless banget…nget…nget….dan cuma bisa nangis ajasoale aku pernah ketemu Faras dan Nazhif dua tahun lalu… kalo Umar aku blum pernah ketemu……ternyata.. mereka udah pergi dengan cara yang seperti itu……

  2. p3n1 said: Apa motivasinya? Kesulitan ekonomi? Mereka termasuk keluarga yang mampu. Ketidak harmonisan rumah tangga? Banyak yang menilai bahwa keluarga yang dibangun oleh kang Iman dan istrinya itu termasuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Lalu, kenapa????Baca di sini, menurut pengakuan istri kang Iman, dia sayang sama anaknya. Sayang kok dibunuh???? Apa ada gejala psikopat? Hiks…..

    Teh Peni, kemungkinan sih, ini gejala baby blues atau post departum syndrome yang parah banget (CMIIW). Dulu juga pernah ada kasus serupa di luar negeri, tapi lupa di mana, seorang ibu membunuh 4 anaknya. Ternyata setelah diperiksa ya itu, sindrom pascamelahirkan yang parah.Kalo menurutku sih, kadang-kadang setelah seorang bayi lahir, semua perhatian tercurah sama si bayi. Sementara si ibu yang lelah, sakit, lemah, dll, nggak dapet perhatian cukup. Mungkin aja dalam kasus ini juga terjadi demikian sama si ibu, apalagi punya anak 3 dan kecil-kecil, lagi. Kebayang capeknya mengurus keluarga, apalagi kalau nggak punya saluran tepat untuk mengungkapkan kelelahan, keinginan, atau sekadar berbagi kesulitan dan masalah dengan orang lain.Mudah-mudahan, nggak terjadi lagi kasus seperti ini ya. Mudah-mudahan juga, kalo memang bener si ibu itu kena sindrom baby blues (seperti yang juga dialami sama Brooke Shields & gosipnya sih, Sophia Latjuba dan Elsa Manora, hehe …) masyarakat khususnya keluarga dekat lebih memerhatikan si ibu yang baru melahirkan ini, khususnya dari segi emosional dan psikologisnya.(ehem, tumben komentarnya serius, hehehe … sekali-sekali :p)

  3. belum bisa kasih komentar deh… bingung…jadi pepatah segalak galaknya harimau tuh gak akan makan anaknya sendiri, ternyata manusia lebih galak dari harimau…..

  4. Makasih teh Peni udah berbagi linknya, minggu kemaren sempat baca di PR pas awalnya aja…tapi perkembangan kasusnya baru tau sekarang….sedih dan prihatin juga 😥

  5. mmlubis said: kemungkinan sih, ini gejala baby blues atau post departum syndrome yang parah banget

    mungkin juga, yaaa…si ibu ini waktu lulus dari ITB IPK nya 3,24 cenahberarti kan seorang yang pintar….apa dia stres, capek, karena ketiga anaknya sempet sakit sebelum meninggal sementara dia menghadapinya sendirian??? hiks…. semoga cepetan ada titik terang…..

  6. estherlita said: jadi pepatah segalak galaknya harimau tuh gak akan makan anaknya sendiri, ternyata manusia lebih galak dari harimau…..

    banyak yang pengen punya anak, ini tiga anak malah dihabisin….

  7. udaidur said: minggu kemaren sempat baca di PR pas awalnya aja…tapi perkembangan kasusnya baru tau sekarang….sedih dan prihatin juga 😥

    iya…. sama sekali nggak nyangka dan semua aktivis Salman merasa shock banget dengan berita ini *secara kami2 pernah berhubungan langsung dengan kang Iman selaku pengurus Salman*

  8. ooo kirain di racun…dicekik ? jahat amat….kok teganya nyekik anak sendiri….kalau dari kacamata pembunuh, biasanya pembunuhan yang paling silent dan gak sadis, kan diracun ya, kalau dicekik itu tingkat kesadisannya udah tinggi….sadisnya..*geleng2 kepala*

  9. aku baca pertama masih gak ngeh kalo itu teh aktivis salman, tapi ternyata…walau aku gak kenal juga sama pak iman nya, tapi secara aku juga pernah aktif di salman, jadi merinding …. emang yah setan mah gak dimana-gak dimana bisaaa aja bujuk manusia buat ngalakuin kejahatan….. wallahu ‘alam bishowab…aku ama ibuku baca berita itu tiap hari, abis pengen tau juga apa bener si ibu itu teh depresi atow gimana gitu…. abis bertentangan ama pribahasa… “segalak-galak nya macan gak ada macan yg makan anak sendiri”eh gitu bukan sih pribahasanya…??

  10. kalow baca di detik, sih…..si ibu ini depresi…….paranoid takut sama masa depan anaknyawallaahu ‘alam…manusia bisa lebih “aneh” dari harimau….

  11. Ada opini yang berbeda, datangnya dari Abu Syauqi, di Banjarmasin PostBebrapa intinya:> Menurut Syauqi, keluarga Iman-Anik sedang dililit masalah ekonomi yang cukup berat. Ketika anak-anaknya sakit, beli obat pun tak bisa. “Beli makanan juga susah,” katanya, Rabu (14/6).Bahkan, pada Kamis 8 Juni, Iman sempat ke kantor Syauqi. Tujuannya untuk meminjam uang untuk membeli obat salah satu anaknya yang sedang sakit. “Kemungkinan yang sakit itu Umar, anak bungsunya yang belum berusia setahun,” ungkapnya.>Rendahnya tingkat ekonomi keluarga itu, imbuh Syauqi, dikarenakan Iman hanyalah sebagai pengurus Masjid Salman ITB Bandung. Pekerjaannya ini tidak menghasilkan banyak uang. “Ini adalah pengabdian. Selain itu Imam melarang istrinya kerja,” katanya.Dalam kondisi seperti itu, mereka mengontrak rumah tipe 45 di Jalan Margahayu Barat U-2 No 124 Margacinta, Bandung. Menurut para tetangga, harga kontrak rumah di kawasan itu adalah Rp4-5 juta/tahun

  12. p3n1 said: kalow baca di detik, sih…..si ibu ini depresi…….

    Tanpa bermaksud mengadili, saya fikir sangat wajar kalau faktor “stress” dapat mengubah perilaku seseorang.Mungkin ibunya mengaku membunuh karena stress atas kematian mendadak anaknya.Mungkin juga ibunya tanpa sadar membunuh anaknya, karena stress oleh urusan rumah tangganya.Urusan rumah tangga bukan hanya dg suami, tapi yang namanya mertua, orang tua, keluarga besar, bahkan tetangga sekalipun, seringkali turut campur ke dalam rumah tangga seseorang, yang kadang bukannya membantu menyelesaikan masalah, tapi justru memperunyam masalah.Jadi ya kita sikapi saja, itu musibah, cobaan, atau ujian buat ybs. Doakan saja semoga tabah, dan semua yang terjadi adalah jalan menuju “level” keimanan yang lebih baik.Bukankan sering dikutip para ulama “Janganlah kamu mengatakan beriman, sedangkan kamu belum menjalani ujian?”Ya semoga saja ujian itu akan membuktikan keimanan dari ybs.

  13. Assalamu’alaikum, afwan dari cerita diatas setidaknya bisa disimpulkan bahwa teh peni dekat dengan Masjid Salman ITB, kalau tidak keberatan saya minta tolong untuk di carikan c.p. pengurus LWZ ITB. Kami dari LAZIS UNS Surakart dah mencoba mencarinya tapi belum ketemu….tolong yawww.lazis.uns.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s