Uncategorized

Maaf, kalo gitu, saya yang salah….

Suatu ketika, saya menemukan postingan di sebuah milis yang mengatakan bahwa “masa sih, ada anak SMA favorit berkelakuan begini?”

kebetulan, saya ikut menelusuri, apa yang membuat orang tersebut berkata demikian.

ternyata, saya menemukan ada beberapa foto di FS yang tidak layak buat dipublish. Secara, dia masih anak SMA dan kok, tidak malu, ya, mempublish dirinya seperti itu.
*Maaf, saya tidak bisa mengungkapnya di sini, dia ngapain*

Lalu, saya bereaksi. Saya mereply email tersebut untuk menyatakan keprihatinan saya. Saya tau, seandainya guru2 melihat pun, pastinya mereka akan kecewa. Tapi, entahlah, yang saya dapat dari milis tersebut, adalah semacam “teguran” untuk saya. Intinya: saya tidak boleh menjudge bahwa orang tersebut salah, selamanya salah. Bahkan, via ym, secara japri pun, ada teman yang mengatakan,”udahlah, kita sendiri jangan sok suci.”

Maaf, kalo begitu saya yang salah. Seharusnya, saya tidak berkomentar apapun, walau hati sakit melihat hal2 seperti itu. Terlebih, saya punya adik2 yang ABG, dan saya sendiri pastinya akan punya tantangan dalam mendidik anak2 saya kelak.

Kalau begitu, saya biarkan saja orang2 yang pro dan kontra soal RUU APP. Kalau memang hal seperti itu adalah hal yang wajar2 saja buat mereka, berarti saya yang “anomali”.

Sejujurnya, bukan saya sok suci. Saya tahu, saya juga berlumur dosa. Saya cuma ingin memperbaiki diri. Tapi, saya sadar. Saya punya kesempatan buat berdakwah. Saya punya kesempatan buat mengajak menuju kebaikan. Dan seandainya saya diterima di surga, saya ga mau ada di sana sendirian. Saya ingin semua ciptaanNYA ada di surga juga. Karena saya ga sanggup untuk ada di neraka.

Saya jadi ingat, perjuangan Rasulullaah SAW mengajak umat manusia menuju kebaikan. Dihina, dicaci, diludahi, dilempari kotoran, bahkan nyaris dibunuh. Tapi Rasulullaah SAW tetap berbuat baik pada mereka, namun di hadapan seluruh pengikut beliau, bahkan di hadapan Allah SWT, beliau tidak luntur kemuliaannya. Betapa sulitnya saya meneladani Rasulullaah SAW.

Sekarang, saya terdiam. Ingin rasanya menangis. Saya tahu, keprihatinan saya pasti ada yang pro dan ada yang kontra. Ada yang menganggap: cukup dengan berbuat baik, ga macem2 udah cukup. Ga usah sok suci. Masya Allah….

Bukan…. bukan itu yang diinginkan Rasulullaah SAW. Pesannya adalah: “sampaikanlah walau satu ayat”.

Sehingga, saya memahami betul, kenapa kalo manusia itu sulit sekali diajak menuju kebaikan. Mungkin, itulah sebabnya, kenapa Allah SWT mengutus banyak nabi dan rasul.

Kadang, ada orang yang merasa dirinya sudah “suci” menjadi takabur karena dirinya lah yang paling benar. A’udzubillaahi min dzaalik. Saya juga ga mau jadi yang seperti itu.

Nah, menurut kalian, sekarang, saya harus gimana? Tetap diam, atau????????

Advertisements

6 thoughts on “Maaf, kalo gitu, saya yang salah….

  1. laurakhalida said: jadi penasaran, gambarnya gi ngapain siy? boleh tau id fsnya nggak? mungkin temen dia yang iseng post foto itu….

    nggak boleh tauuuuuu….hehehehe… maaf, ah….

  2. p3n1 said: Suatu ketika, saya menemukan postingan di sebuah milis yang mengatakan bahwa “masa sih, ada anak SMA favorit berkelakuan begini?”kebetulan, saya ikut menelusuri, apa yang membuat orang tersebut berkata demikian.ternyata, saya menemukan ada beberapa foto di FS yang tidak layak buat dipublish. Secara, dia masih anak SMA dan kok, tidak malu, ya, mempublish dirinya seperti itu.*Maaf, saya tidak bisa mengungkapnya di sini, dia ngapain*

    Ehem, meskipun sayah juga baong (hikhikhik … pengakuan yang jujurrrrr hahaha), dan bandel, susah dikasitau (mungkin memang tiap orang beda-beda penanganannya, ada yang nggak bisa diomongin langsung, ada yang harus dengan cara halus, dll), aku juga miris ngeliatnya. Meskipun sayah tergolong cuek sama hal-hal demikian, tapi tetep aja gimanaaaa gitu. Terserah lah dia mau ngapain, ditanggung sendiri, tapi jangan diumbar ke publik …. Malu-maluin ya. Hiks.

  3. mmlubis said: Meskipun sayah tergolong cuek sama hal-hal demikian, tapi tetep aja gimanaaaa gitu. Terserah lah dia mau ngapain, ditanggung sendiri, tapi jangan diumbar ke publik …. Malu-maluin ya. Hiks.

    iya, kan?anehnya, kok, orang kayak gitu dibela…padahal, malu2in abizzzzzzzzzz

  4. brounie said: kadang maksud baik kita disalah artikan sama orang lain..huh!

    iya….sebelnya lagi kalo udah ada yang bilang “jangan sok suci, deh!!”padahal, maksudnya bukan ituhanya menyatakan keprihatinan… hiks…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s