Uncategorized

Antara Aku, Persib, dan Bobotoh



Selasa lalu, dalam perjalanan pulang dari kantor menuju dokter gigi terkait sakit gigi, saya dan kakang terjebak di antara para bobotoh di jalan layang Pasopati – Pasteur. Para bobotoh ini sedang berkonvoi untuk merayakan kemenangan tim Persib yang berhasil mengalahkan Persija dengan skor 3-0, pada pertandingan partai terakhir putaran pertama Liga Indonesia 2007.

Jujur aja, dari jaman kapan saya sebelll banget sama para bobotoh ini. Mereka bikin trauma di jalanan kalo udah berulah. Yang nyampah, lah, yang merusak lah. Kan mereka juga pernah diskors, ga boleh nonton pertandingan Persib. Lapangan Siliwangi diblok ama polisi dan tentara. Jadinya, penontonnya cuma polisi dan tentara. Hahahaha.
Malah, saya sering lihat kaus kebangsaan mereka ga cuma sekedar berdekorkan lambang Viking (kelompok bobotoh Persib), tapi juga terkadang berisi umpatan, seperti: “Jadikan The JakMania sebagai musuh utamamu”. Ampyuuun, dweh!!


Kesebalan saya terhadap para bobotoh ini berpengaruh juga terhadap perasaan saya ke Persib. Sering saya menggrundel kalo Persib jadi berita. Mau nggak mau, pemerintah daerah Bandung pasti menganggarkan sekian rupiah buat Persib. Apalagi dengan memainkan pemain2 dari luar negeri seperti Bekamenga, Nyek Nyobe, Barkowi, M Zimenes dan Cabanas, pasti butuh biaya yang tidak sedikit. Sehingga wajar banget kalo bobotoh akan merasa kecewa (apalagi pemda Bandung), jika Persib menyandang kekalahan.

Perasaan saya berubah, ketika adik bungsu saya, Jodi, mengungkapkan rasa bangganya ketika Persib kini meraih posisi pertama dalam klasemen sementara Liga Indonesia 2007, poinnya 36 (sumber dari sini). Bahkan, melalui permainan Playstation, dia membuat sendiri Liga Indonesia dan memainkan pemain2 Persib. Ketika tim Persib rekaannya pun menduduki peringkat pertama klasemen sementara, dia pun berteriak bangga, terharu. Walaaahhh!!!

Beberapa teman kantor saya juga termasuk pendukung Persib, salah satunya si Asep, dia member Jurig Persib (masih bobotoh juga) yang kini bergabung dengan Viking Persib. Saya dapet foto2 ini dari dia. Tiap hari kostumnya pasti ada cap Persibnya. Selain Asep, ada Nova juga Yusuf, yang sering banget pake baju bercap Persib. FYI, gaya berpakaian di kantor saya bebas2 aja, yang penting rapi dan sopan. Tapi tidak ada larangan pake kaos bahkan celana pendek (kalo kehabisan baju, tentu saja).

Khusus tentang si Asep ini, dia bahkan sempat berencana akan menamai anaknya dengan nama Dewi Fortuna Persib.
Untung aja mertuanya waras, akhirnya nama anaknya yang lahirnya ga jauh dari lahirnya anak saya dinamai Audrey Berliana. Untung, ga pake embel2 Persib…

Dan perasaan saya lebih berubah lagi, ketika saya bener2 terjebak di antara bobotoh hari Selasa lalu itu. Wajah mereka benar2 tampak bahagia. Yang membuat saya terkesan lagi, ada beberapa mobil dengan plat B dan F, berisikan para bobotoh ini sedang melaju menuju jalan tol Pasteur menuju Jakarta, mereka tentu saja habis nonton pertandingan itu dan habis ikutan konvoi. Segitunya pengorbanan para bobotoh, sehingga wajar sekali kalo tim Persib berjanji akan membahagiakan para bobotoh ini dengan bekerja keras.

Well, selamat, deh, buat Persib. Lama-lama, keknya saya jadi ikut bangga sama kamu! Sukses selalu, ya! Semoga di Liga Indonesia 2007 ini, kamu dapet juara satu! Agar tidak sia-sia semua dukungan dari pemerintah daerah Bandung juga dari para bobotoh buat kamu!


Advertisements

3 thoughts on “Antara Aku, Persib, dan Bobotoh

  1. p3n1 said: Untung aja mertuanya waras, akhirnya nama anaknya yang lahirnya ga jauh dari lahirnya anak saya dinamai Audrey Berliana. Untung, ga pake embel2 Persib…

    anak cewek temennya si emak dinamain Vingka, dari Viking Persib, hahaha … (untung agak kreatif, nggak bener-bener dinamain ‘Viking’ hahaha)

  2. mmlubis said: anak cewek temennya si emak dinamain Vingka, dari Viking Persib, hahaha …

    astaghfirullah!teungteuingeun pisaaannn!!!untunglah, si Audrey ga jadi dinamain Dewi Fortuna Persib!hahahahahaha!

  3. tapi PERSIB sekarang emang keren mba….aku baru mengamati lagi persepakbolaan indonesia semenjak persib naik peringkat lagih…dulu mah asa haroream ningali na ge…da elehan wae….tapi salut ama barkouwi yang mau tetep tinggal di persib, padahal musim kemaren kan persib ampir terdegradasi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s