Uncategorized

Biar Gimana Juga, Anak itu Kan Amanah….

Semalam, di perjalanan pulang saya dari kantor bareng kakang… saya menemukan pemandangan biasa di depan pintu jalan tol Pasteur. Yah, anak-anak jalanan. Tapi, yang membuat tidak biasa malam itu adalah, jumlah anak-anak yang berkeliaran di situ rasanya lebih banyak dari hari-hari biasanya.

Di sela menanti lampu hijau menyorot ke arah kami, saya menemukan satu pemandangan, dimana ada seorang bocah laki-laki yang mungkin usianya baru saja 2 tahun, sedang berusaha ditahan langkahnya oleh seorang gadis kecil yang mungkin usianya sekitar 10 tahun. Bocah kecil ini menangis. Lalu, saya mendengar teriakan seorang pemuda kecil, yang mungkin saja usianya 11 tahun. Apa yang diteriakkannya tidak jelas terdengar. Bercampur deru suara kendaraan yang sedemikian banyaknya, plus, suara anak-anak jalanan tersebut. Tapi, saya bisa merasakan, teriakan tersebut ditujukan kepada gadis kecil yang sedang berusaha menahan langkah sang bocah kecil.

Tebakan saya benar! Tak lama, pemuda kecil itu menghampiri si gadis dan ‘merebut’ sang bocah kecil lalu dibawanya ke sisi lain lampu lalin. Entah apa yang dilakukan sang pemuda kecil itu, pandangan saya terhalang mobil, tapi saya merasakan bahwa tangis sang bocah tambah keras.

Saya sempat berseru pada kakang,”papa, anak itu diapain???” Kakang hanya menjawab,”tidak tahu.” Jawaban yang wajar, karena saya tahu, perhatian kakang memang bukan pada bocah-bocah jalanan tersebut.

Akhirnya saya hanya bisa menangis tersedu. Pedih. Prihatin. Marah. Entah apa lagi. Saya khawatir sekali dengan masa depan anak2 itu. Bocah laki-laki, apa mereka selamat dari ancaman preman atau ancaman sodomi? Bocah perempuan, apa mereka selamat dari ancaman hilangnya virginitas atau bahkan hamil di luar nikah?

Mana orangtua mereka? Mereka butuh kasih sayang orangtua mereka. Mereka butuh penghidupan yang layak. Mereka butuh perlindungan orang-orang terkasih mereka. Mereka juga butuh pendidikan yang layak.

Apa alasan mereka membiarkan anak mereka ‘diasuh’ oleh sindikat kejahatan terorganisir? Ekonomi yang sulit? Bah!!!

Ibu mertua saya, bukan orang yang sangat kaya raya. Bahkan, rumahnya kumuh. 2 tahun setelah kelahiran putra ke-7, beliau menjadi seorang janda dan harus berjuang seorang diri mendidik, mengasuh dan membiayai ke-7 anaknya. Tanpa terkecuali. Tapi, tidak satu pun dari anak beliau yang terlantar. Ibu mertua saya hanya lulusan SD. Hanya punya keahlian membuat ladu (sejenis dodol). Sekarang, masing-masing anaknya punya kehidupan yang baik. Dan, ke-7 anak beliau sangat menyayangi beliau. Dan saya… saya tidak malu punya mertua seperti beliau. Saya bangga bisa menjadi menantu beliau. Beliau orang yang sederhana, polos, dan tidak neko-neko.

Banyak pasangan-pasangan menikah yang mendambakan kehadiran bayi yang tak kunjung mereka miliki. Berbagai usaha telah mereka lakukan untuk mendapatkannya. Tapi, banyak juga pasangan-pasangan menikah atau tidak menikah yang punya anak, lalu menelantarkannya.

Biar gimanapun juga, anak itu kan amanah. Titipan dari Allah SWT. Surga atau neraka kita ada di tangan mereka. Sebab mereka tanggung jawab kita. Sebab, suatu saat, kita akan ditanya, apa yang telah kita berikan kepada anak kita. Kita bentuk menjadi apa anak kita.

Andai saja, mereka-mereka yang telah menelantarkan anaknya dengan berbagai alasan menyadari arti titipan yang Allah berikan kepada mereka…..

note: gambar saya ambil dari sini

Advertisements

16 thoughts on “Biar Gimana Juga, Anak itu Kan Amanah….

  1. bener… banyak pisan yg pengen diberi kesempatan diberi anak, salah satunya tie sangat-sangat berharap. tapi terkadang bikin ngenes kalo liat ibu2 sudah diberi anugrah yg indah tapi disia-siakan… hiks…

  2. 16j42 said: termia kasih atas sajian tulisannya yang ringkas bernas; jadi penambah pengetahuan saya.(kohar)

    ma kasih juga kang kohar, sudah mampir dan baca…. hehehehehe….

  3. lingkaran setan ini mah t’ peni. temen2 saya ada beberapa yang pernah ngurusin anak jalanan. udah disekolahin, eh … balik lagi balik lagi ke jalan, soalnya di sana mereka dapet duit. di sekolah nggak.

  4. p3n1 said: ma kasih juga kang kohar, sudah mampir dan baca…. hehehehehe….

    anak jalanan khususnsya, anak anak umumnya, salah satu persoalan yang menjadi perhatian saya — dalam observasi saya untuk memahami lagaklagu manusia — baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. suatu persoalan maha besar!sekali lagi: hatur nuhun atas perhatiannya.(cecep)

  5. 16j42 said: anak jalanan khususnsya, anak anak umumnya, salah satu persoalan yang menjadi perhatian saya — dalam observasi saya untuk memahami lagaklagu manusia — baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. suatu persoalan maha besar!

    iya! bahkan sepertinya sudah menjadi sejenis mafia, kang… *suudzhan thinking*

  6. mmlubis said: lingkaran setan ini mah t’ peni. temen2 saya ada beberapa yang pernah ngurusin anak jalanan. udah disekolahin, eh … balik lagi balik lagi ke jalan, soalnya di sana mereka dapet duit. di sekolah nggak.

    iya, temen kantor saya cerita begitu juga. keponakannya pernah ngurusin beginian, ibu2nya dibekali keterampilan ini dan itu…eh, balik2 lagi ke jalanan…btw, emang duit di jalan itu buat mereka sendiri, ya? bukan buat “bos” mereka?soalnya, ada temenku yang pernah lihat mereka tuh diturunin dari semacam mobil pick up gitu, deh… subuh2 apa tengah malem gitu *sigh*

  7. p3n1 said: Andai saja, mereka-mereka yang telah menelantarkan anaknya dengan berbagai alasan menyadari arti titipan yang Allah berikan kepada mereka…..

    smoga mereka disadarkan dan dibukakan mata hatinya ya mba

  8. p3n1 said: soalnya, ada temenku yang pernah lihat mereka tuh diturunin dari semacam mobil pick up gitu, deh… subuh2 apa tengah malem gitu

    memang ada perkampungannya kok …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s