Uncategorized

Efek Sebuah Reuni

Sebelumnya, saya minta maaf, ya, pren… kalo postingan saya belakangan ini tentang reuni melulu. Mungkin emang kena dampak reuni akbar kemarin yang membuat saya masih terkenang-kenang, betapa saya teh sebetulnya sangat cinta sama almamater saya waktu SMA, ketimbang almamater saya pas saya kuliah. Saya lebih bangga jadi anak SMA Negeri 2 Bandung, ketimbang jadi anak kampus saya…hihihi…

Sebetulnya, apa yang saya tulis sekarang itu adalah salah satu efek dari sebuah pertemuan yang terjadi di reuni akbar kemarin. Tentu saja, ini bukan kisah saya. Saya mungkin termasuk kolot. Sebab, saya termasuk orang yang ga suka sama yang namanya pacaran atau sengaja menceburkan diri ke dunia pacaran sewaktu SMA dan kuliah. Jadi, ga ada tuh, istilahnya mantan kecengan atau mantan pacar di kampus. Hehehehe….

Yah, memang, saya punya mantan pacar, tapi bukan teman di SMA atau di kampus, kok! Hihihi…

Nah, yang ingin saya ceritakan sekarang adalah, seorang sahabat baik saya (saya ga akan kasih link nya walaupun dia adalah salah satu kontak saya di MP ini, hihihi….), ketemu dengan seseorang yang pernah menolaknya sampai tiga kali, di reuni akbar kemarin. Yup, tiga kali teman saya sudah ditolaknya.

Di pertemuannya dengan sang cewek ini, si sohib saya ini bilang, kalo si cewek ini, sebutlah Miss X, yah, perhatiannya masih sama seperti dulu. Masih sangat-sangat besar dan mengena…(ya iya lah disebut sangat besar, secara yah, si sohib saya ini, oh, sebut saja Mr. R, pernah sangat suka, gitu loh! Tidak menyerah sampai tiga kali nembak! Perhatian sekecil apapun emang jadi bakalan tampak sangat besar, kan, kalo kita sedang gedebug in love sama seseorang..hihihi….)

Mr. R mengaku pada saya, bahwa dia memang masih suka mikirin si Miss X. Bodohnya lagi, pasca reuni tersebut, dia seperti kembali ke masa lalu, di mana dia masih sangat suka sama si Miss X. Dia bilang sama si Miss X, kalo dia masih sayang sama tuh cewek. Kenapa saya sebut bodoh? Soalnya, Mr. R ini udah punya istri. Dia seolah-olah jadi lupa, kalo di rumah, ada istrinya yang selalu mengkhawatirkannya, menyayanginya, dan lain-lain lah.

Yah, well, Mr. R ini memang bilang pada saya, bahwa dia mengaku brengsek. Dan bahkan meragukan atas motivasinya menikahi sang istri. Saya berusaha membantu mengoreksinya. Soal perasaan, emang cuma Mr. R yang bisa mengendalikannya sendiri. Saya cuma bisa ngipasin aja, buat memegang teguh janji yang udah diucapkannya pas ijab kabul lewat bapak mertuanya. Semoga, letupan-letupan hasrat pasca reuni lalu bisa diredakan dan memang reda selamanya walaupun accidentally ketemuan lagi entah di mana (maksudnya, ga mesti di acara reuni).

Ternyata, pertemuan sejenis reuni ini memang bisa berakibat banyak. Bisa membahagiakan, bisa juga berbahaya. Tergantung gimana kita bisa menyikapi masa lalu kita…. Cuih, sok bijak gini… hahahaha…

Saya cuma merasa beruntung karena saya bisa mengendalikan masa lalu saya dengan mengingat betapa beruntungnya saya sekarang, punya suami yang walaupun yah lempeng dan nyaris ga romantis, tapi dia orang yang sangat baik dan selalu mengajari saya bersyukur….

Anehnya, oleh seorang oknum 91, saya dicurigai sebagai Miss X tersebut… hahahahaha… padahal, ketemu sama Mr. R ini aja baru tiga kali, itupun semuanya selewat. Kalopun sekarang nyohib, itu semua karena teknologi chatting, email dan handphone… Bagaimana mungkin saya sampai dicurigai sebagai Miss X ini??? Aneh….


Advertisements

24 thoughts on “Efek Sebuah Reuni

  1. mr. R wake up dude…stop fallin’ with someone out of your league! udah ditolak 3 kali…basi banget terjebak masa lalu, situ yang milih, situ yang mau, situ yang nyesel, kasiaaaaaaaaaaan deh looo! *nimbrung.com* buat peni mending berhenti kontekan pen, useless, ketk c spasi d cape deeee!

  2. dwinaprana said: buat peni mending berhenti kontekan pen

    pasti bacanya sekip-sekip, orangnya bukan teh peni ko :preuni efeknya emang gede. wajar lah kejadian kaya gini mah. temen-temen yang lain juga banyak yang ngalamin sih, tapi mungkin kejadian masa lalunya ga sedahsyat temennya teh peni ini.

  3. sireno said: pasti bacanya sekip-sekip, orangnya bukan teh peni ko :p

    iya, nih, bacanya sekip-sekiphihihi.. meni sama sama si oknum 91…eh, kenapa, ya si oknum 91 itu mencurigai saya? hihihi….

  4. sireno said: reuni efeknya emang gede. wajar lah kejadian kaya gini mah.

    hahaha … reuni kemaren juga berefek dahsyat terhadap seorang oknum keren dari angkatan 96, yang hampir menggulingkan meja di stand gank ijo di pojok, karena ada seorang oknum tua yang usil mengungkit-ungkit mantan pacar seorang oknum tua lain di depan si oknum keren ini …plis duech … si oknum keren memang sompral, tapi bijaksana, hahahahaaaaa

  5. mmlubis said: hahaha … reuni kemaren juga berefek dahsyat terhadap seorang oknum keren dari angkatan 96, yang hampir menggulingkan meja di stand gank ijo di pojok, karena ada seorang oknum tua yang usil mengungkit-ungkit mantan pacar seorang oknum tua lain di depan si oknum keren ini …plis duech … si oknum keren memang sompral, tapi bijaksana, hahahahaaaaa

    tau gitu mah, may, si oknum 96 yang katanya keren itu dibelain sama oknum 95 yang superduper keren, da!kaguling kaguling deh eta meja :phahahahahahahahaha…

  6. Sepertinya udah terlalu banyak oknum di sini. Seseorang harus segera menertibkannya. Mungkin saudara Den R. F. adalah orang yang tepat tugas ini.(Maaf roaming)

  7. sireno said: Sepertinya udah terlalu banyak oknum di sini. Seseorang harus segera menertibkannya. Mungkin saudara Den R. F. adalah orang yang tepat tugas ini.(Maaf roaming)

    wah, dia kan komandan tempuuurrrrr…. hihihihi….

  8. Sok dipilih…mendingan yang lempeng atau yang bolak belok..????mendingan yang romantis (yang berarti sudah terlatih ber puja puji yang gak tau latihannya udah berapa sering) atau yang gak romantis (tapi berarti amateur dan kurang terlatih..) ?????

  9. usarah said: Sok dipilih…mendingan yang lempeng atau yang bolak belok..????mendingan yang romantis (yang berarti sudah terlatih ber puja puji yang gak tau latihannya udah berapa sering) atau yang gak romantis (tapi berarti amateur dan kurang terlatih..) ?????

    Romantis ama gombal beda lagi. Yang pake latihan mah gombal kayanya. Kalo romantis mah gimana bawaan, ga bisa dibuat-buat. Jadi kalo dah terlanjur dapet yg ga romantis mah, ya… sabar we :pEh, ko perasaan komen di post yg salah ya?

  10. usarah said: Sok dipilih…mendingan yang lempeng atau yang bolak belok..????mendingan yang romantis (yang berarti sudah terlatih ber puja puji yang gak tau latihannya udah berapa sering) atau yang gak romantis (tapi berarti amateur dan kurang terlatih..) ?????

    tentu saja memilih yang shalih :Dwalaupun lempeng, suamiku selalu berusaha buat membimbing aku dan anakku ke dalam kebaikan… insya Allah….

  11. sireno said: Jadi kalo dah terlanjur dapet yg ga romantis mah, ya… sabar we :p

    setidaknya mah, dia sudah menunjukkan kasih sayangnya yang besar kepadaku :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s