Uncategorized

Perlukah Punya Nama Bagus, tapi Susah Diingat?

Seorang teman baru saja melahirkan putri keduanya dengan selamat. Alhamdulillaah…
Tentu saja, saya ikut senang atas kelahirannya. Saya pun menyebarkan berita gembira ini di milis di mana saya dan teman saya tersebut bergabung.

Diapun membalas email tersebut sambil menyebutkan nama anaknya. Namanya terdiri dari empat kata, masing-masing kata terdiri dari tiga sampai empat suku kata. Tidak hanya itu, namanya juga sulit untuk diingat. Karena pabeulit antara s dengan y yang bersatu, j dengan w di setiap suku katanya. Hihihi….

Jadi inget waktu Ilman baru lahir. Sudah 10 tahun saya memang punya cita-cita, kalo saya punya anak laki-laki, mau saya namai ILMAN. Ke sananya terserah papanya mau ditambahin apa. Seingat saya, Pail memang pengen ada unsur “F” dalam nama anaknya. Asal jangan seluruh namanya plek ditempelin buat jadi nama anaknya aja. Kalo cuma pake unsur “F” atau “Fahmi” aja, sih, ga apa-apa. Tapi kalo ketiga namanya dijadiin nama anaknya, trus ditambah kata Junior, kagak la yaw!

Hari kedua setelah Ilman lahir, kami masih sibuk berdiskusi tentang nama anak kami maunya jadi apa. Pail pengen kasih nama dua kata saja dan jangan susah. Pengalamannya dengan bernama terdiri dari tiga kata, sementara ada satu kata yang terdiri dari tiga suku kata, cukup membuatnya kapok karena ribet pada saat mengisi segala macam formulir udah gitu, pas di kartu atau di pengumuman, namanya disingkat pula . Udah susah-susah nulis nama panjang-panjang, taunya malah disingkat

Ketika Yangkung saya minta urun rembug, beliau pengen nama cucunya ada unsur Shiddiq atau Ash Shiddiq. Lalu, saya merangkainya jadi ILMAN FAIZ ASH SHIDDIQ. Kontan Pail menolaknya. Ash Shiddiq nya itu yang bikin ribet. Akhirnya, setelah tiga jam kami berdiskusi, muncullah nama ILMAN FAIZ SHIDIQ.

Itupun masih diselubungi rasa kuatir kalo nanti malah bikin Ilman jadi ribet kalo udah gede. Tapi seenggaknya, untuk dua nama pertamanya masih mudah lah. Jadi, kalo disingkat bisa begini: ILMAN FAIZ S atau ILMAN FS (asa frenster )

Pengalaman Pail bernama panjang membuat saya harus lebih kreatif lagi kelak kalo dikasih adiknya Ilman sama Allah. Minimalis tapi syarat doa keren juga kayaknya, yah… Jadi, buat yang sedang menanti kelahiran putra atau putrinya, harap ikut dipertimbangkan faktor-faktor kesulitan yang akan dihadapinya kelak. Kasian anaknya ntar…. Apalagi kalo namanya susah. Buat apa punya nama keren keren, tapi susah, bahkan yang payahnya, ga ada artinya sama sekali

gambar nyomot dari sini

Advertisements

27 thoughts on “Perlukah Punya Nama Bagus, tapi Susah Diingat?

  1. nama lengkap anakku Adilia Muthmainnah Salma. Sering disingkat Adilia Salma. Pernah lagi daftar ke rumah sakit, Adilia M Salma. Tiba-tiba suster di tempat praktek manggil, “Adilia MUHAMMAD Salma”

  2. prajuritkecil said: nama lengkap anakku Adilia Muthmainnah Salma. Sering disingkat Adilia Salma. Pernah lagi daftar ke rumah sakit, Adilia M Salma. Tiba-tiba suster di tempat praktek manggil, “Adilia MUHAMMAD Salma”

  3. kuenyaoyan said: hehehe setuju …. nama anak saya juga sederhana & mudah diingat …:)

    iya, biar ga salah mengingat…. kebetulan, saya agak payah dalam mengingat nama yang susah

  4. Bamby nama komplitnya agak sulit diinget kayaknya…makanya kita daftarkan di akte juga dengan nama panggilannya…jadi mudah orang manggilnya.tapi anehnya kok orang disini mudah tuh inget namanya : Bestramy Delfarza…..

  5. perca said: btw, skrg udah ga ada kali ya yg memberi nama anaknya Bambang atau Sri. Heeeeeee…..

    belum nemu lagi, sih, tapi kali aja ada… hihihi….

  6. simple4sita said: namanya mbk peni mudah kok, hihihihnama anak sekarang emang bagus bagus ya

    iya, tapi susah susah…btw, nama Laksita bagus loh, mbak!

  7. roelworks said: Cut Khansa Azka Rania … kepanjangan,ya?

    iya, panjang. Tapi setidaknya dari keempat kata itu setiap katanya tidak terdiri dari 5 suku kata yang bahkan penulisannya pun sulit

  8. pecintahujan said: Shaffiya shirayna adzanie..Aku aja emaknya masih suka ribet.Sering bingung, yg ditulis double tuh “F” apa “Y” ya?Hehehe..Ujung2nya buka akte lagi deh…

    ada yang sama susahnya dan aku ga hafal2, kebetulan salah satu konsumenku:M. Zulfie Zhafierreva –> susah nulisnya, tapi bapaknya marah kalo satu huruf keselip nah, kalo ini susah, ga? Syazwina Huwaina Sulwani Ismail –> keknya kalo ini, aku ga bakal hafal2 deh… hihihi….

  9. estherlita said: Bamby nama komplitnya agak sulit diinget kayaknya…makanya kita daftarkan di akte juga dengan nama panggilannya…jadi mudah orang manggilnya.tapi anehnya kok orang disini mudah tuh inget namanya : Bestramy Delfarza…..

    iya, Tante… saya agak sulit menghafal full name Bamby dalam sekejapmesti dicatat dan dihafalin… hehehe….untung aja, nama panggilannya ga rumit… hihihi….

  10. Alhamdulillah nama anakku lumayan gampil diingat: Zahra Ilma Zaidan… panggilan: zahra.. dan sudah bisa nyebut namanya sendiri.. itulah keuntungan nama sederhana.. 😀

  11. ambupiki said: Alhamdulillah nama anakku lumayan gampil diingat: Zahra Ilma Zaidan… panggilan: zahra.. dan sudah bisa nyebut namanya sendiri.. itulah keuntungan nama sederhana.. 😀

    enya…eta Zaidan nama si abah, kan?mana nama viky edya nya? hihihi…

  12. lovusa said: kalo namanya aneh-aneh…siapa tau bisa jadi presenter metro tv ??hehehe…..

    bener juga! presenter metro tv kan namanya susah susah… hihihi…

  13. sepertinya masalahnya bukan nama, tapi ingatan :pkalo orangnya atau orang tuanya dianggap sangat penting, kemungkinan besar ga ada masalah nginget namanya. tapi kalo ga dianggap terlalu penting, ya ga gampang juga ngingetnya.

  14. p3n1 said: Buat apa punya nama keren keren, tapi susah, bahkan yang payahnya, ga ada artinya sama sekali

    loh… kalau kataku sih, biasanya kalau diri sendiri dan ortu-nya mah ingat aja, nama anaknya sesusah apa pun…kalo orang lain kan cukup perlu tahu nama panggilan, dan bebas divariasi dari nama panjangnya.kecuali, kalau nama panjangnya adalah: Tono Sartono Murtono Partono Apriantonomeskipun panjang, paling variasinya cuma Nono, Tono, Sar, Mur, Par, dan Apri…bandingkan dg Peni Astiti, bisa Peni, Pepew, Nini, Aas, Asti, Titi, malah lebih banyak daripada yg panjang tadi, kan..? 😀

  15. ooh kalo saya sih, emang sengaja nama anakku panjang, biar doanya lengkap. Nama kan doa hehehe..Jadi nama anakku : Zia (Cahaya, dari dlia -dlod- karena sulit dilafalkan lidah indonesia, diambil pelafalan farsinya, zia)Shadra (Dada/Hati dari shadr -sebetulnya ngambil dari mulla shadra)Sahasrara (Menggapai Tuhan -sansekerta,)Coba kalo Zia Shadr doang, kan Cahaya hati aja, kalo lengkap begini kan doanya jadi tamat”Cahaya hati yang menggapai Tuhannya” gitu, tinggal yang denger bilang ‘amin’ Lebih penting mana, ribet atau doa? Menurut aku sih pentingan doanya. Ribet itu kan kalo namanya berlebihan.. misal sampai 6 kata dengan huruf lebih dari 8Merasa sih, aku mikirin nama anak ini soalnya hehe… rumaos, aku sendiri namanya simpel, tak bermakna, dan bikin sedikit minder -artinya dalam bhs inggris australi kan pantat- meski ku tau mamih tak bermaksud….

  16. mmlubis said: namaku tengahku batak banget (masniari) dan biasa diingat oleh sopir dan kenek angkot yang orang batak … sampe gretong segala, hihihiiii

    iya, itu nama Batak banget, kalo misalnya marganya ga ikut ditampilin, tetep weh ketingali Batak

  17. kasi nama anak pake bahasa arab risky juga, secara sekarang ini beberapa negara anti sama moslem.hmmm….aku juga ga yakin nama anakku bener ga mrnt org arab :)salam kenal wiedy batara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s