Uncategorized

MP Writing Event 2008: Berdamai dengan Diri Sendiri

Setelah saya mengalaminya, oke, saya akui bahwa berdamai dengan diri sendiri itu lebih sulit daripada kalo saya berdamai dengan orang lain karena bertengkar misalnya.
Teman-teman pasti sudah baca di sini. Saya memang masih dalam proses buat move on itu.

Ada yang bertanya pada saya, “gila loe! Lu masih suka sama dia?”
Aduh! Saya harus jawab apa? Kalo saya bilang sudah tidak, pasti dia ga percaya. Karena toh, ternyata saya masih perlu waktu buat move on. Tapi ini bukan masalah suklaa, sayang -apapun itu -, padanya. BIG NO.

Sulit menjelaskannya. Sebab, bukan rasa suka yang sudah berlalu yang masih ada. Saya juga yakin, ini bukan sekedar godaan syaitonirrojim seperti yang seorang teman saya yang lain pernah ingatkan.

Ini masalah saya yang kehilangan kendali, ketika semua yang sudah saya bangun dan sudah selesai, tiba-tiba hancur berkeping-keping, almost 5 years ago. Saya marah besar atas kehancuran itu. Dan saya sama sekali tidak lagi punya tenaga, modal dan bahkan mimpi untuk membangunnya lagi saat itu. Tapi, saya harus bangkit. Ada orang lain yang sudah siap menyambut saya, selemah apapun keadaan saya. Dia adalah orang yang sekarang merupakan suami saya.

Fahmi dan Ilman hadir buat saya karena Allah SWT begitu sayang pada saya. Allah SWT memberikan saya kesempatan kedua untuk membangun semua yang sudah hancur berkeping itu. Perlahan, tapi jelas arahnya ke mana.

Kenapa, sih, saya kok ga langsung move on saja ketika saya baru broke up? Bukan ga langsung move on. Saya sudah mencoba berbagai cara untuk bisa lupa bagaimana hancurnya saya ketika kami broke up.

Saya sering dekat dengan cowok, baik ttm maupun beneran jadian, tapi emang ga pernah parah kalo udahan. Mungkin karena waktu itu, saya sebegitu seriusnya, sampe lupa, apa yang sebetulnya saya perlukan. Dan emang itu yang ga pernah terpenuhi sampai kami memutuskan untuk selesai. Komitmen. Kehadiran Fahmi emang terlalu cepat waktu itu, tapi saya sadar, toh, yang saya butuhkan kebersamaan dan komitmen dari orang yang saya sayangi, yang kemudian saya jalani dengan Fahmi, sampai sekarang.

Tapi, saya lupa satu hal. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, saya nggak berani menyelesaikan persoalan masa lalu saya sebelum saya menginjak akad nikah. Saya biarkan saja dia mengendap, sehingga ketika ada pemicu yang mengaduk-aduk dasar hati saya, dengan tenangnya ia muncul ke permukaan. Artinya, saya ternyata masih belum berdamai dengan diri sendiri ketika itu.

Saya nggak mau terus menerus bergulat dengan diri saya sendiri. Saya capek. Saya hanya ingin keluarga saya selamanya sakinah ma waddah wa rahmah, tanpa saya punya beban pikiran seperti ini, walau jujur aja, cuma seupil!

Seupil tapi jadi borok yang bernanah terus. Ga sembuh-sembuh. Akh! Saya harus segera mengobatinya, saya pengen cepat sembuh. Saya mulai mengobati diri saya sendiri dengan menceritakannya pada sebagian orang secara langsung.

Saya juga bercerita pada si obyek, bahwa saya merasakan kehancuran setelah kami broke up. Tapi, saya pengen bangkit. Saya pengen membuang semua serpihan-serpihan kehancuran, sehingga apa yang sedang saya bangun sekarang, bisa berdiri kokoh, selamanya. Tak dinanya, setelah saya menceritakan semuanya padanya, saya merasakan kelegaan yang luar biasa.

Sekarang saya sedang memasuki tahap recovery. Recovery ini terasa sangat berat, tapi saya punya Fahmi yang ternyata sangat melindungi saya dengan keadaan saya ini. Dia begitu sabar menghadapi saya seperti ini.

Semua nasihat repetitif Fahmi langsung terngiang di telinga saya, “berharap pada manusia itu membuat sakit ketika kita ga dapat apa yang kita harapkan.” Kalimat itu selalu menyejukkan hati saya dan membuat saya bangkit. Yes, Fahmi is my angel.

Saya selalu berdoa, di setiap akhir shalat saya, “Ya Rabbi, berikan saya hikmah untuk tetap bersyukur dan jadikanlah saya orang yang shalih.”
Selepas saya bercerita pada mantan saya, semua berputar di benak saya, seperti saya sedang menonton obituary. Saya punya teman-teman baik ketika saya membutuhkan mereka. Saya punya suami yang juga sahabat saya.Saya punya sahabat-sahabat yang selalu memberikan segalanya untuk saya. Dan, mereka yang berbagi pengalaman serupa dengan saya. Akh, betapa saya diberi hikmah untuk bersyukur ini begitu besar!
So, apa lagi sih, yang saya cari untuk melengkapi perdamaian dengan diri saya sendiri? Kenapa saya harus takut menatap ke depan?

Baiklah, sekarang saya sudah berdamai dengan diri sendiri, walau itu perlu hampir 5 tahun untuk melakukannya. Saya sudah siap dengan semua resolusi tahun baru 2009 saya. Hahaha…

Oya, lewat pictures ini, saya pengen ngucapin ma kasih banyak buat beberapa orang dari kalian, atas komentar kalian di sini…. Sangat membantu saya…

I promise to make you a scrapbook for you each, tapi belum selesai semua. Jadi saya upload yang digabung aja dulu, ya… Thanks, ibu, for the chance!

Advertisements

27 thoughts on “MP Writing Event 2008: Berdamai dengan Diri Sendiri

  1. Saya yakin anda bisa mengatasi masalah ini.Bila peristiwa di masa lalu menyebabkan suatu trauma, apa bijak bila peristiwa ini diulang kembali.Saya yakin anda pasti dapat menemukan kesempatan lain yang jauh lebih baik.Lupakan masa lalu dan mulai langkah baru.

  2. jadi inget lagu Bangkit-nya PAS…..kumaha sih liriknyahaaai…bangkit bangkitlah engkau yang sakitraih kemenangan yang …… (apa sih?duh, poho!)hayooo, bangkit dan semangat! :))

  3. mmamir38 said: Saya yakin anda bisa mengatasi masalah ini.Bila peristiwa di masa lalu menyebabkan suatu trauma, apa bijak bila peristiwa ini diulang kembali.Saya yakin anda pasti dapat menemukan kesempatan lain yang jauh lebih baik.Lupakan masa lalu dan mulai langkah baru.

    siap, om! terima kasih, ya, om! saya udah lebih pede sekarang….

  4. lovusa said: jadi inget lagu Bangkit-nya PAS…..kumaha sih liriknyahaaai…bangkit bangkitlah engkau yang sakitraih kemenangan yang …… (apa sih?duh, poho!)hayooo, bangkit dan semangat! :))

    yaaaa… bangkit bangkitlah engkau yang sakitrebut kemenangan yang tenggelamyang tlah menghancurkan iman kita…pertahankan… kini, esok… dan seterusnya… haha

  5. sisiliapa said: Mudah2an perdamaian ini abadi ya…jalani setiap langkah dengan hati bersih dan niat baik. Good Luck dan selamat memasuki fase yang baru

    aamiin… ma kasih, Sisil… HUGS! met taun baru, ya, hun… ^_^

  6. maniapasta said: Siiiip, move on lah sis. Sudah waktunya & sudah bukan masanya yellow mellow seperti dulu, hehe.

    haha, bener, bu! nyesel aja, kenapa dibiarkan mengendap… but I have already move on dan sedang dalam masa recovery yang disibukkan dengan tugas bikin blog dari kantor! hahaha….

  7. ezrakarundeng said: *hug* yang kenceng….semoga 2009 membawa berkah untukmu ya pen

    ibuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!! terharu!!!! huhuhuhuhuhu… semoga, tahun 2009 nanti semua kekerenan mampir buat ibu! *hugs*

  8. linalathifa said: yang seupil dah dioperasi blum k? biar ilaaang. huehehehe.. peace!!!

    sudah dioperasi… hahaha, sedang dalam masa recovery… edan, seupil tapi sakitnya… maknyus! huahahahaha…

  9. mmlubis said: wah, saya mah belum bermasalah dengan berdamai dengan diri sendiri, tapi kalau berdamai dengan orang lain banyak bermasalah tahhihihihihihihiiiiii

    hahahahahahahaha….masa, sih? masih petasan sumbu pendek atau sama si oknum eta? hajar, bleh! *ngipasin*

  10. witawita said: “berdamai dengan takdir” Pen.. Hehehe..masa lalu sudah berlaluhidup ini ya sekarangesok pun kita tidak tahu..

    berdamai dengan takdir mah sudah, saysama diri sendiri yang susah… haha.. tergantung mau nggak. kalo mau pasti sanggup… heuheu…betul! besok kita ga tau… tapi saya berpegang sama komitmen…

  11. evimeinar said: heeee? itu fotoku :)berdamai dgn diri sndr itu adalah jawaban yang tepat :)Being wise is the best resolution in 2009 *ini gw ngomongin diri sendiri*

    sedang kubuatkan scrapbooknyatunggu tanggal uploadnya..haha..ma kasih, pepi…

  12. ahh udah lama diriku gak berkutat dgn digital scrapbooking. Kemaren nyoba bikin element2 SB pk photoshop kyk dulu, ternyata gw udah lupa caranya waduhhhhh PS kebanyakan dipake buat foto.makasih yahhh ditunggu

  13. evimeinar said: ahh udah lama diriku gak berkutat dgn digital scrapbooking. Kemaren nyoba bikin element2 SB pk photoshop kyk dulu, ternyata gw udah lupa caranya waduhhhhh PS kebanyakan dipake buat foto.makasih yahhh ditunggu

    waaahh!! bikin lagi, dong, pep! ntar kuajakin masuk ke komunitas digital scrapbook!

  14. amnia said: malah kelewatan bc postingan Peni yg ini -maaf jrg jenguk MP- krn ketimbun pe er LO 🙂

    hahaha… kecian…aih, nggak apa-apa, kali…peni ga akan apply2 dulu lagi, ah… hahaha… lieur, peni harus bisa bikin emd senang.. secara ct dia keren-keren gituh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s