Uncategorized

sesuatu tentang @L4y

“Pen, lo alay juga, yak!”
“Eh?”
“Itu! ID lo di mana-mana, “p3n1″ gitu…”
“Oh! Hahaha… didn’t mean to… gue bikin id itu udah lama, sebelum trend alay muncul…”

Tahun 2005, waktu saya mulai ngeblog, saya memulainya dengan Multiply. Waktu mau memasukkan nama “peni” sebagai MP id saya, ternyata id tersebut sudah ada yang punya. Memutar otak, saya teringat plat mobil yang sering pakai angka sebagai pengganti huruf.
Misalnya B 360 LO. Atau D 3 WI. Atau D 160 DA. Saya kira “p3n1” belum ada yang pake. Maka, sayapun menggunakan p3n1 sebagai MP id saya. Tidak hanya itu, waktu buka akun twitter tahun 2006, saya juga menggunakan p3n1 sebagai twitter id saya. Kaskus, plurk, jaiku, meme, forum-forum, semua pakai “p3n1”. Dan akhirnya saya menggunakan “p3n1” sebagai id saya, dimanapun saya berada. Haha.
Tapi, saya nggak alay, kok!

Ngomong-ngomong soal alay, apa sih itu?

Istilah alay atau Anak Layangan pertama kali populer di sebuah situs komunitas terbesar di Indonesia (Kaskus). Julukan ini biasanya ditujukan untuk orang-orang yang dicap lebay, norak, dan punya selera atau tingkah laku yang “ganggu”. Dibahas di beberapa forum online dan blog, anak alay bisa dideteksi dari beberapa ciri, misalnya:
#1 gaya berpakaian (sering tabrak warna atau suka pakai bando berpita)
#2 selera musik (ngefans sama band Wali, ST 12, Kangen band, dll)
#3 gaya hidup (misalnya sering foto-foto di tempat umum, sering jalan-jalan pake earphone di kuping, sering foto narsis pake kamera hp)
#4 gaya berfoto (seperti monyongin mulut sambil jari bergaya victory juga mata dibikin seseksi dan selebay mungkin)
#5 gaya tulisan (disingkat-singkat dan campur aduk)

Tren ini awalnya dimulai dari kebiasaan nulis cepat di SMS. Misalnya huruf “E” jadi “3” dan kata “great” jadi “gr8”. Di social networking seperti Friendster, Facebook, dan Twitter, huruf alay makin berkembang karena sering dijadikan alat untuk berekspresi dalam menulis komentar atau status. Nggak ada rumus pakem dalam penulisan alay, huruf-huruf dicampur sesuka hati yang nulis.
Ada yang mencampur huruf besar dan kecil, misalnya (AkU sAYang KAmu), disingkat (gw syg lo), mengganti huruf dengan angka (5ay4n9), menyisipkan simbol (ci@”=sia-sia), atau sengaja melebay-lebaykan kata dengan menyelipkan huruf z, w, y, ch, atau nk di dalam kata/akhiran kata (chYeNkkzzz = senang). Tapi ada juga yang mencampur semua prinsip di atas sekaligus (4ku chy6kzzz Qm, @k rnDW QmuHhh = aku sayang kamu, aku rindu kamu).

Kalo saya perhatiin, ada beberapa kontak saya yang, yah, boleh dibilang nggak muda, usianya berkisar kepala 3 dan 4, tapi ya gitu, kalo nulis sedikit beralay ria. Misalnya, mengganti -nya dengan x (dimanax dibaca dimananya). Jujur, awalnya saya pusing setengah mati baca sms seperti itu. Ikon tertawa yang diganti dengan “wkwkwkwk” yang berkonotasi menertawakan orang lain, juga “xixixixi” sebagai pengganti “hihihi” masuk juga dalam kategori alay ini. Bedanya, pengguna “wkwkwkwk” dan “xixixi” ini ga cuma anak muda, tapi usia paruh baya pun banyak pake.
Nggak lucu dan nggak keren, kok, mau dibolak balik kayak apa juga. Wew! >_<

Namanya juga tren, siapapun berhak buat suka atau nggak suka sama gaya tulisan alay. Tergantung selera, sih. Mereka yang suka menganggap tulisan ini cute, nggak boring, bahkan sebagian merasa bahwa menuliskannya bikin otak olah raga dan terasah kreativitasnya. DI lain pihak, banyak juga yang sebel karena menganggap kalimat alay itu bikin sakit mata, kurang kerjaan, cheesy, atau kampungan. Tapi kalau kamu termasuk yang suka dan sering memakainya, pastikan dulu orang yang kamu kirimi tulisan ini nggak akan protes.
Selain tu, sebaiknya tulisan alay hanya dipakai di lingkaran pergaulan terdekat aja, jangan ke semua orang, apalagi ke orang-orang tua yang belum tentu ngerti.

Sikap saya sendiri gimana? Ummm… saya nggak suka. Bukan nggak menghargai “kreativitas” teman-teman yang sudah bersusah payah merangkai huruf demi huruf biar tampak “keren”. Susah bacanya dan buang waktu aja. Terserah, sih. Kalo saya lagi baik, ya, nggak akan kena cela. Tapi, kalo tanduk saya lagi nongol, ya, jangan harap bakalan luput dari celaan saya. Hehe… Sayang aja waktu yang dipakai buat menerjemahkan tulisan alay itu, mendingan buat main game, deh. Hahaha…

The end of the story, kira-kira ada yang bisa baca ini, nggak?

“uj4n hr in 5U544h bdH. r45ny4 Kk KPlku MW pch. p0kkNy 2zAh. uDah blajR tpi 6k 4d4 yn6 nmpl. B15A ll5 6Uk y? 4k tkut c mam 4m c pp4 MaRH-M4R4h 61t k4L 4k 5mp1 gk ll5”

sumber: GoGirl! Magazine, Youth Spirit Issue Edition

Advertisements

4 thoughts on “sesuatu tentang @L4y

  1. maniapasta said: Pusing gue mah baca sms atau tulisan alay. Cuma kok yg nulis ga pusing ya? Nulis campur2 begitu bukannya malah tambah ribet? *wondering*

    itu yang katanya jadi “kreatif”hahahaha….tau, deh, buat kita iya, buang waktu dan annoying banget tepatnya 😀

  2. mamajos said: cuma 1 kata : pusing ^^ apalagi kalau otaknya lagi oneng karena kurang suplai makanan, hihihi

    hahaha… bener… kok mereka mau-maunya hidup alay, ya? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s