Uncategorized

melow low low…

Melow itu rasanya nggak enak.

Mungkin pengaruh hormon? Nggak tahu, deh. Pokoknya, bawaannya pengen mewek melulu. Cengeng, yak…

Oh, daripada bermelow ria, mendingan aku cerita aja.

Cerita tentang ketakjubanku setiap pagi, kalo nganterin Kakak Ilman ke sekolah TK-nya.

Jadi, setiap Kakak Ilman ada di pintu gerbang TK, teman-teman yang udah ada di kelas, berhamburan keluar, menyambutnya, “Shidiiiiiiiq!” gitu, panggil mereka. Dan masing-masing anak berusaha memegang tangan Ilman. Nanti, Ilman diseret ke sana kemari dan temen-temennya tertawa seneng.

Bukan bullying, tenang aja. Mereka hanya excited menyambut Kakak Ilman.

Berasa selebritis banget, nggak, sih? ๐Ÿ˜€

Waktu siang tadi chat sama papanya anak-anak, doski seperti biasa mengalihkan keterharuan saya dengan bilang, “itu kan tugas dari bu Henny.”

euh… lagi melow, ditonjok begitu. Rasanya gimanaaa… gitu, ya ๐Ÿ˜€

Memang, sih. Mungkin, awalnya bu Henny (salah satu guru di sekolah Kakak Ilman) memberi tugas pada teman-teman sekelas Kakak Ilman untuk menyambut Kakak Ilman setiap datang. Supaya Kakak Ilman merasa diterima? Apa pun itu, saya sangat berterima kasih pada beliau. Karena, kondisi seperti ini bisa membuat gap yang ada di antara Kakak Ilman dengan teman-temannya menipis. Semoga, Kakak Ilman mudah berinteraksi dengan teman-teman seusianya, minimal di kelas.

Nah, mungkin pertamanya ini tugas dari Bu Henny. Tapi, saya melihat ketulusan di mata anak-anak ini. Bangga karena bisa menjalani peran mereka sebagai teman Ilman. Ingat, mereka anak-anak yang polos, lho. Belum terkontaminasi gaya rumpi orangtua atau ngiri sama keberhasilan orang lain.

Yang bikin saya takjub, waktu kami masih di jalan dan papasan dengan salah seorang teman sekelas Kakak Ilman yang masih ada di jalan, dia berteriak, “Shidiiiq!” lalu, dia berlari sekencangnya sampai ke sekolah, supaya dia bisa ikut “upacara penyambutan” Kakak Ilman di sekolah.

Saya yang lagi melow dari semalam, tentu saja hampir menangis. Mana udah gitu, saya sendiri disambut bu Henny sambil cerita tentang ketakjuban salah seorang dokter yang kemarin melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, pada Ilman. Makin, deh, pengen mrebes mili…

Saya terpikir untuk bikin merchandise buat teman-teman Kakak Ilman di hari ulang tahunnya nanti. Kalo pun nggak keburu, mungkin buat akhir tahun ajaran, gitu, ya? Ada ide?

Intinya, saya mau berterima kasih untuk ketulusan teman-teman Kakak Ilman, terlepas itu tugas dari gurunya atau bukan. Saya sangat bahagia dipertemukan oleh Allah, tempat di mana Kakak Ilman bisa diterima. Semoga nanti di SD nemu yang sama baiknya, bahkan lebih baik dari sekarang…

foto diambil dari pesbuk bu Heny ๐Ÿ˜€Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s