Racauan · Uncategorized

Punya, Pakai, Pahami, Definisikan *Judul Paling Lebay yang Pernah Saya Tulis*

Pagi tadi, di angkot, saya kan baca buku dari iRiver e-book reader. Ada seorang anak kecil, perempuan, kayaknya seumuran Ilman atau lebih gedean dikit, deh, cari perhatian gitu. Ngeliatin, sih, awalnya. Terus kepalanya muter-muter gitu. Mencoba mengalihkan pandangan saya dari e-book reader ke dia. Ketika saya mendongak, terjadilah percakapan ini…

Anak kecil: “Kakak, ini aipet, ya?”
Me: “Bukan, Dek. Ini e-book reader”
Anak kecil: “Apa?”
Me: “iibuuuuk riiiiideeer”
*intermezzo sebentar: Saya dipanggil “kakak” sama anak kecil! 
Anak kecil: “Ibuk rider itu apa?”
Me: “Ibuk rider itu alat buat baca ibuk”
Anak kecil: “Ibuk itu apa?”
Me: “Buku”
Anak kecil: “Bukunya kok ga pake kertas?”
Me: “Soalnya ibuk emang bukan buku kertas. kertasnya ada di dalem sini…”
Anak kecil: nyentuh-nyentuh ebook readerku “Mana, ga ada kertasnya… kakak bohong, ah”
Si ibu anak ini membentaknya, “ga boleh ganggu kakaknya! kan lagi belajar!”
errr… satu “pujian” lagi. Saya dibilang sedang belajar…
Padahal, saya sedang memutar otak, gimana caranya menerangkan e-book kepada anak seumuran ini… Belum pernah terpikir…
Me: “Ish, Bu, gapapaa… Namanya juga belum ngerti. Sini, deh, Kakak lihatin… Bukunya nempel di sini. Kayak di komputer gitu. Tau, kan?”
Anak kecil: angguk-angguk “Kok ga berwarna?”
Me: “Karena ini ibuk rider”
Me: “Gini, Dek.. Kalo ibuk rider itu, tinta berwarnanya mahaaaal banget. Ini kayak buku biasa aja gitu.. ga perlu pake warna. Yang penting kebaca.”
Apakah si anak ini puas? Saya percaya tidak. Toh, akhirnya saya turun duluan sebelum memuaskan pikiran si anak akan benda-apa-yang-saya-pegang itu.
Dan ini jadi pelajaran buat saya, untuk lebih detail lagi dalam memanfaatkan sesuatu *dalam hal ini menggunakan barang bernama gadget* dan mampu membuat deskripsinya suatu saat dalam berbagai situasi, terutama jika ada orang yang interest dan bertanya. Sepanjang ingatan saya, ini kedua kalinya, e-book reader saya menarik perhatian orang tertentu sampai bertanya.
Yang pertama dulu, dosen Unpad, kalo nggak salah. Dia nanya, “apa itu? iPad?”
Kayaknya, kalo saya bawa iPad, ga berani saya buka di angkot, deh…. Lalu percakapan bergulir karena beliau menduga saya masih kuliah… Oh, well, benar, Pak. Saya kuliah di Universitas Kehidupan namanya. Lulusnya kalo nanti mati. Mungkin, sih 😀

Kedua, ya anak tadi.

Bisa jadi, besok atau besoknya lagi atau kapaaaan lagi, saya bakalan dapat pertanyaan yang sama. Saya harus siapin jawaban, nih!

Lalu, apa inti posting ini?

Saya bahagia disebut kakak oleh anak seumuran anak saya? Mungkin! Tapi bukan itu!

Intinya adalah, kepedulian saya terhadap sekitar saya. Pakai gadget bukan semata-mata pakai, tapi andai ada yang bertanya, saya mampu mendefinisikannya, menjelaskannya tanpa harus muter-muter dulu. Karena saya ini termasuk penggugup, saya suka bingung, ngehang, kalo tiba-tiba ditanya sesuatu yang saya nggak siap jawabannya di kepala. Jadinya ya saya nggak punya kalimat efektif yang langsung tepat guna untuk dipahami, apalagi oleh anak sekecil itu.

Kalo ada yang bertanya, seperti apakah penampakan e-book reader saya?

ebook reader dan teman-temannya

 

makin ga fokus. kok malah pamer e-book reader di sini, ya?

kapan-kapan saya buat reviewnya, deh, tentang gadget saya yang satu ini. Siapa tau, kalo akhirnya bikin review, saya nemuin kalimat singkat padat jelas yang bisa dingertiin sama semua umat. 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s