Uncategorized

Nama Belakang

Sore ini terjadi percakapan antara saya dengan Ally.

Ally: “Bunda, Bunda… Nanyaa…”
Me: “Ya ya ya?”

Ally: “Bunda ngambil nama belakang pa il untuk dijadikan nama?”

Me: “Tidak”
Ally: “Macam kebanyakan temanku di pesbuk?”
Me: “Tidak, nggak ada di Islam. Pa il pun ga suka”
Ally: “Nice (cozy)”
Ally: “Beneran nggak ngerti ma teman-temanku yang akhirnya ngambil nama suaminya jadi nama belakang mereka. *rolling eyes* πŸ˜€
Me: Siti Fatimah juga ga bawa nama Ali. Siti Fatimah Azzahra binti Muhammad.
Ally: “Hhmmm..iya ya”
Me: “Bukan Siti Fatimah Azzahra Ali bin Abi Thalib. Teman-temanku yang berkerudung lebar, pake nama suami, lho :D. Dan kebanyakan hijabers itu pada pake nama suami juga :D. Aku sih nggak begitu. Aku ingat ucapan teman kita.”
Ally: “Nah macam itu tuh. Ngikutin siapa sih mereka”
Ally: “o___O. Apa kata teman kita?”
Me: “Iya… Sewaktu *seseorang* ganti nama. Kan *seseorang* yang ekspert di suatu bidang itu jadi pembicara untuk sebuah acara seminar anak kampus. Spanduk udah dibuat, mau dipasang. Ternyata, dia sudah bercerai dari suami yang selama ini namanya dipakainya πŸ˜€
Padahal terkenalnya kan dengan nama *seseorang plus suaminya*. Akhirnya, dia telah merepotkan panitia, untuk mengganti semua atribut yang sudah dicetak dengan nama *seseorang plus suaminya*, sebab *nama suaminya* sudah bukan nama belakangnya lagi
-____-” “
Ally: “Aissshhh… yah ngga minta-minta sih cerai”
Me: “Betul”
Β 
Saya ingat beberapa tahun lalu, ketika entah waktu itu saya ngapain, pokoknya setelah saya isi bagian “spouse name“, kok, tiba-tiba display name saya di fitur chat Y!M saya berubah jadi nama saya dan nama terakhir Pa il. Dan itu butuh dikonfirmasi seluruh kontak saya, supaya nanti di kontak saya ada display name saya yang baru.
Β 
Seorang temen deket, anak IT kantor, sih, sempet kaget waktu itu. “Mbak Pen? Ngapain ini? Aku ga suka!”
Me: “Hue? Maksudnya apa?”
Dia: “Iya, buatku nama Mbak Pen udah bagus. Nggak usah ditambahin nama Kang Fahmi.”
Β 
Errr… itu kan ga sengaja padahal. Tapi komplennya emang membuat saya berpikir dan lalu saya bertanya pada Pa il. Pa il sendiri kurang setuju namanya saya cantumkan. Karena saya kan anak bapak saya. Hehehe… Nanti juga disebutnya Peni Astiti binti … bukan Peni Astiti ples nama Pa il πŸ˜€
Β 
Jadi… kalo ada yang bertanya kenapa setelah menikah saya nggak pernah pakai nama suami, kurang lebih, itu alasannya… Nggak ada aturannya di dalam Islam. Nggak ada istilah “mantan” anak kalo sama ayah kita mah… πŸ˜€
Β 
So, feel free to put your Daddy’s name on your last name… not your husband’sΒ  ^_^
Advertisements

2 thoughts on “Nama Belakang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s