Bunda Ilman dan hari-harinya · Racauan · Uncategorized

Life Update of Peni (Jul to Sept 2013)

Nyontek postingan Natnat, ah *iya, saya tau, saya nggak kreatip, suka nyontek. Kreatipnya betulan pake p, biar nampol :P*

Eh, nyontek apa nih?

Nyontek life update. Biar ada alesan ngisi blog saya di sini yang udah lama saya tinggalin… *sapuin sarang laba-laba dan debu*

What’s new?

Banyak. Mungkin mau posting update tiga bulan terakhir aja. Semacam flash news šŸ˜€

 

Saya akan mulai dengan bulan Juli.

Secara mendadak (atau saya aja yang emang nggak pernah updated sama gosip kantor?), kami disuruh beberes di bulan Juni akhir dan pindah markas dari jalan Gambir Anom (daerah Sukaluyu) ke jalan Cilaki (markas utama). Jadi, per Juli 2013, makhluk Prodev bergabung dengan makhluk-makhluk dari dimensi lain di Cilaki ini. Yang jelas, sih, saya sempat melow banget menjelang kepindahan kami ke Cilaki. Empat tahun yang kami habiskan di Gambir Anom itu penuh dengan sejarah, yang cuma kami bersekian rasakan dan selalu berbekas di hati.

Memulai bulan Ramadhan dengan bahagia. But in the end, tepatnya menjelang akhir Juli, kakak Ilman sakit. Demam 4 hari, terus pas kami bawa ke RS Santosa, dari hasil tes darah rutin, leukositnya tinggi banget. Artinya ada infeksi. Sebetulnya, bisa rawat jalan, kok. Minum AB, kata DSA-nya. Tapi, berhubung sulit banget menyuapkan obat ke kakak Ilman plus pasti muntah, akhirnya kami memutuskan untuk rawat inap, supaya bisa diinfus. Alhamdulillaah, bisa dapat kamar Junior Suite. Jadi, kami nggak harus berbagi kamar dengan orang lain.

Ada kisah “lucu” sewaktu kakak Ilman harus diinfus. Sebetulnya, kepanikan kami saat memikirkan kakak Ilman mau dirawat inap di RS adalah “gimana caranya kakak Ilman akan hidup bersama infus?” Well, dengan kakak Ilman yang dipegang aja nggak mau, gimana dengan diinfus? Pas udah dapat kamar, saya ngasih tau perawat, kayaknya butuh sekitar 4-5 orang buat megangin Ilman saat diinfus. Semula, perawat sempat terkejut, soalnya, kok, saya kayak lebay gitu. Syukurlah, perawatnya nurut šŸ˜€

Jadi, di ruang tindakan, sudah siap sebanyak lima orang perawat. Dan kakak Ilman yang emang seharian itu nangis dan teriak-teriak mulu, dipegangin oleh kami berenam. Iya, lima perawat ditambah saya. Papanya memutuskan menunggu di luar. Silakan dibagi tugasnya, mereka megangin apa aja šŸ˜›

Yang jelas, sih, ada satu perawat yang bertugas mencari nadi dan menusukkan jarum infus. Bisa ditebak. Ilman meronta dan menangis. Ketika meronta sekuat tenaga sambil mleweran nangis, ada salah satu perawat yang kasih lihat semacam stiker bergambar Teddy Bear ke Ilman lalu bilang, “nanti dipasang Teddy Bear, lho… jadi jangan nangis, yaaa….”

Alhamdulillaah, proses infus nggak makan waktu lama. Entah karena nadi Ilman mudah ditemukan, entah karena perawatnya udah hebat, entah karena apa, deh, pokoknya tau-tau udah aja. Pas kelar dan mau dibawa ke kamar 745, Safir Barat, perawat bilang, “Nah, udah selesai, kok, Ilman…”

Ilman tau-tau bilang, “Teddy bear…” sambil sesenggukan.

Dan ekspresi memelasnya ini bikin para perawat tertawa. Saya juga, sih. Lalu, saya bilang, “Ada, Kak. Ngumpet di bawah perban.”

pas kelar diinfus

Seharian itu, Ilman sibuk dengan tangisannya. Saya sendiri tiba-tiba kena flu. Hari itu saya merasa sangat menderita, karena sedang puasa, kepala pening, meler hebat, badan lemas, harus nunggu berjam-jam hasil lab plus dokter yang ga kelar juga meeting. Begitu udah dapat kamar, saya pikir bisa langsung tiduran, ternyata nggak, karena Ilman nangis melulu. Hiks…

Begitu maghrib, saya baru buka puasa dengan air putih, ada tamu yang datang. Karena saya merasa nggak enak nggak punya apa-apa buat ditawarin. Dan akhirnya saya baru makan jam sepuluhan. Badan remuk. Flu parah. Untung sejak jam 19, Ilman sudah tidur.

Dan besoknya, ternyata Ilman mulai terbiasa dengan infus. Bahkan dia sudah nggak demam lagi. Menari-nari di atas tempat tidur yang bisa diatur ketinggian dan lipatannya oleh remote. Dia sangat menikmati menjadi anak Bunda dan Papa tanpa gangguan Adek Zidan šŸ˜€

Daaan… karena saya stay di rumah sakit berhari-hari, sayapun nggak menyusui Adek Zidan yang ternyata… mungkin inilah saat-saat penyapihan itu. Harus dibayar mahal dengan nginap di rumah sakit ala hotel itu.. -_____-”

udah boleh pulang, tapi belum mau berpisah sama infusan šŸ˜€ jadi ini dipasang seolah-olah masih pake infus… hihi…

Lalu, ini update bulan Agustus 2013.

Dua hari menjelang hari Raya Idul Fitri, Ilman boleh pulang. Yang berarti, kami jadi mudik ke Garut. Ternyata, nggak cuma mudik ke Garut. Kami ke Bandung, Garut, Bogor, Bandung, Garut, Bandung. Terus keliling Bandung sampai masa cuti habis. Terus, masuk kerja sekitar tiga hari, lagi-lagi saya harus bolos, Kali ini, giliran papa Ilman yang demam tinggi dan linu. Sekitar pekan terakhir Agustus. Lagi-lagi saya harus bolos. Setelah dapat hasil lab, positif harus stay di rumah sakit. Jadi, si Demam Berdarah dan Typoid diborong semua sama Mister Kakang šŸ˜€

mister kakang yang terbaring karena duet typoid plus demam berdarah

Kali ini agak “apes”, soalnya nggak dapat kamar Junior Suite karena semua kamar di RS Santosa penuh nuh nuh nuh. Alhamdulillaah, kami akhirnya bisa dapat kamar kelas 1. Lumayan, lah. Dan yang melegakan karena dapat kamar dekat jendela besar. Hiburan buat saya adalah bisa menyaksikan sunrise, kereta api yang datang dan pergi, juga pesawat yang lalu lalang. Masya Allah… Kalo udah begitu, meski lelah, saya bersyukur dikasih kesempatan menikmati kebesaran Allah lewat pemandangan indah itu… Nggak jadi, deh, bilang “apes”nya. Plus dikasih pemandangan indah, kok. Perawatnya banyak yang lucu. Perawat cowok, maksudnyaaa šŸ˜› Ada yang mirip aktor Korea. Sayang, nggak ada yang mirip sama Kimutaku. Bagus juga, sih. Nggak ada yang mirip Kimutaku. Ntar saya ga fokus jagain suami sakit šŸ˜› *iya ini curhat abis :P*

begitu pulang dari RS, adek Zidan langsung nemplok di pangkuan papanya yang masih lemes. Diguntingin kuku jugak šŸ˜›

Sekarang, update bulan September 2013

Juli, Agustus ada pasien. Bulan September juga sama. Kali ini giliran adek Zidan yang sakit. Setelah demam lima hari, dibawa ke UGD RS Santosa. Alhamdulillaah, dari hasil tes darah rutin nggak ada yang membuat adek harus dirawat di rumah sakit. Jadi, bisa rawat jalan aja di rumah.

Oya, pas adek periksa darah, malah ibunya yang nangis. Soalnya, adek kelihatan nahan sakit tapi dia nggak nangis. Minum obatnya juga pinter, kok. Alhamdulillaah, cepat sembuhnya. Dan udah ngeratak juga nyanyi-nyanyi lagi.

adek bantuin yangti kupas telur. chef wanna be? šŸ˜€

Trus, apa lagi, ya? Oh. Sebetulnya ini kejadian di bulan Juli, sih. Sefolder berisi seluruh kit scrapbook hasil beli plus karya saya lenyap, karena komputer yang saya pakai sempat crash. Jadi, saya harus merelakan sekitar 2-4 jeti yang udah saya habiskan buat beliin itu kit. Nangis? Iya. Kalo ada yang disebut air mata darah, mungkin udah saya keluarin saat itu.
Nggak bisa direcovery? Belum tahu. Masih cari tahu caranya… Semoga ketemu, ya… Soalnya, niat mulia saya adalah bikin photobook buat kumpulan scrapbook yang udah saya kerjain setahun ini… T____T

Nah, segini aja dulu apdet saya per tiga bulan ini. Sebetulnya ada banyak curhat yang pengen ditumpahin di sini… šŸ˜€

Tapi, saya harus melongok blog yang lain buat disapu jugak.. Senang ketemu kalian lagi… mwah mwah mwah….

Advertisements

One thought on “Life Update of Peni (Jul to Sept 2013)

  1. p3n1 said:
    Sefolder berisi seluruh kit scrapbook hasil beli plus karya saya lenyap, karena komputer yang saya pakai sempat crash. Jadi, saya harus merelakan sekitar 2-4 jeti yang udah saya habiskan buat beliin itu kit.

    Coba di recovery pake software GetDataBack. Saya pernah mengalami hal yang demikian, Alhamdulillah berhasil, meski tidak 100%, yang penting ada data yang bisa diselamatkan.

    Semoga anggota keluarganya yang sakit itu kini pulih kembali, sehat wal ‘afiat dan semangat menikmati hari demi hari yang indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s