Uncategorized

Harta Terpendam

Waktu SMP, dalam rangka diajari jadi anak mandiri, seneng bantu orang lain, saya dapat tugas berbagai pekerjaan rumah tangga. Di antaranya nyuci, nyetrika, nyapu, ngepel, cuci piring, dan teman-temannya. Sebenernya sih, nyuci nyetrika mah punya sendiri. Tapi kalo lagi rajin, ya, ngerjain punya bapak ibu juga adik-adik.

Kadang-kadang, gara-gara beginian, saya jadi kehilangan waktu bermain. Hahah. Padahal, saya juga ga pernah main di luar rumah, sih. Paling-paling kalo lagi ngerjain tugas kelompok aja. Jadi ada alasan main ke rumah teman. Kebetulan, dulu saya sering pergi bareng ke sekolah bareng seseorang bernama Asni.

Senasib sama saya, sama-sama sebagai anak perempuan paling besar (dalam kasusnya, dia mah sodaranya banyak, dia sendiri anak kedua, tapi anak perempuan paling gede ~ sementara saya emang anak perempuan pertama) ternyata kami sama-sama “dibebani” tugas rumah tangga yang serupa. Punya teman senasib itu menyenangkan. Kadang-kadang jadi suka saling share tips ngerjain pekerjaan rumah tangga ala anak-anak gitu deh. Hihihi.

Suatu hari, kami berdua pergi entah ke mana (saya lupa ke mananya) yang jelas di tengah hari bolong. Tentu saja panasnya bikin kami berdua kehausan. Udara Bandung yang panas di jaman saya SMP, beda banget sama sekarang. (Sekarang itu, panasnya bikin entah, deh. Kangen Bandung yang dulu banget, dah, pokoknya). Saya nggak bawa uang jajan. Asni juga. Trus kami cengar-cengir, sayapun berkhayal andai tiba-tiba saat kami merogoh saku, lalu ada uang yang kami butuhkan untuk beli minuman segar ada di sana.

Seakan-akan terinspirasi dari celetukan saya, Asni langsung merogoh saku-saku celananya. Oya, dia ini demen banget pake celana panjang yang banyak sakunya (saya juga sih).  TERNYATA! Dia menemukan selembar uang seribu rupiah! Jaman saya SMP itu, duit seribu rupiah bisa buat beli empat porsi es campur! YAY banget deh! YAAAYYY!

Jadi, akhirnya, cita-cita kami buat minum es campur yang sudah melambai sejak tadi tercapai. Setelah kami selesai minum hingga tetes terakhir, kami melanjutkan perjalanan dan Asni pun bercerita. Dia bilang, setiap dia dikasih uang jajan mingguan/bulanan, dia selalu minta dalam pecahan yang lebih kecil tapi banyak. Dan di saat dia melakukan tugas mulianya (menyetrika bajunya sendiri), dia kerap memasukkan uang-uang itu ke dalam saku. Di semua baju yang ada sakunya itu, pasti ada uang kertas. Berapapun jumlahnya. Dan dia bilang, dia nggak pernah cerita sama siapapun di rumahnya. Karena kalo nggak, ntar uang-uang yang sudah susah payah “ditabungnya” itu raib kalo seisi rumah pada tau 😀

Saya tanya, “kenapa mesti gitu, Asni?” Dia jawab, “buktinya, uang di saku itu menyelamatkan kita dari kehausan hari ini, kan, Pen?”

Saya memang belum pernah praktekin apa yang dilakukan Asni. Dan entah, apakah sampai hari ini Asni masih melakukan hal itu, karena saya sudah lama banget nggak kontakan dengan Asni.

Cuma, kejadian pagi ini membuat saya ingat banget dengan Asni. Jadi, saya kehabisan uang banget, belum sempat ke ATM untuk ambil uang. Tapi, pagi tadi saya perlu meninggalkan uang beberapa rupiah untuk beli air mineral galon langganan yang datang setiap Senin, uang saku Ilman, plus titip beli botol air minum untuk Ilman (yang selalu dihilangkan Ilman di sekolah). Saya sampai pinjam uang sama Pa il, tapi dia juga lagi kering, jadi nominalnya ga cukup untuk memenuhi daftar tadi. Setelah ngorek-ngorek saku receh di dompet, akhirnya terkumpul. Masalah selesai sesaat. Tapi saya ga punya pegangan sama sekali. Alias bener-bener kosong 😀 *males ke ATM di siang bolong*

Ternyata…

Pas saya ngerogoh saku, saya menemukan dua lembar uang (ga perlu saya sebutkan nominalnya. ga jadi tujuh digit juga kok. hahaha). LUMAYAN! Lumayan banget buat bertahan di hari ini sebelum ke ATM. Hahaha…

Ah. Saya jadi kangen Asni. God bless you, whereever you are, dear…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s