Racauan

Why Bully?

Waktu masih nyapres. Dibully.

Udah dilantik jadi presiden, belum juga ngumumin kabinet. Dibully.

Udah ngumumin kabinet. Ada menteri yang nyentrik. Dibully.

Why bully? Why?

Karena tatoan? Merokok? Menikah tiga kali? Nggak lulus SMA? Trus? Pantes buat dibully? Ini seorang pekerja keras dan karena gaya hidupnya nyentrik, dianggap nggak pantas jadi menteri. Lalu dibully. Presiden disebut ngaco karena milih menteri yang nggak qualified.

Trus…

Yang ngebully udah punya prestasi apa sampai pantas membully? Bukannya kalo sempet ngebully, berarti ga punya kesibukan? Ga punya sesuatu buat dipikirin? Misalnya mau makan apa besok? Halal ga yang dikasih ke keluarga? Oh. Cuma sekedar ngobrol aja? Nggak ada yang lebih pantes buat diobrolin? Hmmm… Ngobrol pinter nggak keotakan? Fine. Kalo gitu, pembully identik dengan ga punya otak ya? Atau, otaknya ada. Cuma ga bisa diaktivasi aja, entah kenapa. Haha 😀

Anyway.. selamat bekerja buat para menteri Kabinet Kerja. Menurut pendapat beberapa pengamat politik, ekonomi yang saya baca di koran (yes, saya jadi baca koran setiap pagi karena antusiasme menyambut kabinet yang baru dibentuk ini), para menteri yang sudah terpilih di Kabinet Kerja ini punya beban yang cukup berat. Terutama saat berhadapan dengan DPR yang if you know what I mean.

Pelajaran yang saya dapat hari ini: orang nyinyir itu orang yang nggak punya kesibukan. Cenderung nggak punya prestasi dan ga pernah mau memperbaiki dirinya sendiri. Eh. Jangan-jangan saya juga termasuk ga punya kesibukan karena suka nyinyir di sini? O-ow… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s