Blogroll · Racauan

ka-cengek-an

Kacengekan adalah suatu kondisi ketika kita sedang makan makanan yang di dalamnya terdapat cengek a.k.a cabe rawit, baik itu sudah dihaluskan maupun masih utuh, tapi kita nggak sedang fully prepared untuk mengunyah cabe rawit tersebut alias nggak sengaja mengunyah si cabe rawit. Efek samping yang umum terjadi adalah kaget, terasa nyess panas di seluruh rongga mulut terutama lidah, dan tidak sedikit yang sampai mencucurkan air mata, tergantung pada kadar pedas dari setiap butir cabe rawit yang terkunyah.

Sebenernya, saya sering mengalami kacengekan. Biasanya, buat mengatasi rasa panas di mulut, saya suka ngunyah coklat beras punya si kakak. Hihihi.

Tapi kemarin, kejadiannya di kantor, pas makan siang. Cabe rawit domba yang jadi bahan sambal soto ayam nggak dihaluskan sehalus mungkin. Jadi masih bisa kekunyah dan ngasih efek nangis. Kekekek…

Berhubung di meja saya nggak ada coklat beras, jadi usaha saya menghilangkan panas di mulut dengan minum yang sayangnya nggak ngaruh. Huhuhu.

Nggak disangka-sangka, saya jadi saksi pernyataan bahwa, “rezeki datang dari segala arah, jika Allah berkehendak”. Tau-tau, di saat saya masih berjibaku dengan panas di mulut dan air mata, teman yang duduk di sebelah saya nyodorin piring berisi potongan jambu klutuk. Hwaaaaaaaaa! Alhamdulillaah!

Demikianlah. Mulutpun adem karena ngunyah potongan jambu klutuk yang manis nendang itu 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s