Blogroll · Racauan

“Monyet” Sirkus

Setiap hari, saya bertemu jalan raya. Entah itu di perjalanan menuju tempat saya bekerja, menuju sekolah Ilman, dan lain-lain dan lain-lain. Karena saya adalah penumpang ojeg motor Pa Il, otomatis dengan mudah saya melihat apa saja yang terlihat di jalan, terutama sesama pengendara dan penumpang motor.

Belakangan saya lihat, banyak sekali pengendara motor yang jagoan main akrobat di jalan raya, deh. Nggak hanya lelaki, perempuan juga banyak. Mulai dari cara bawa motornya yang ugal-ugalan, sambil ngupil, nggak sedikit yang sambil bawa bocah kecil tanpa perlindungan apapun.

Pernah saya lihat ada seorang lelaki bawa bayi, kayaknya baru enam bulanan gitu, deh, dipangku dan dipeluk dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya pegang stang motor sambil mengendarai motor. Tanpa alat untuk mengikat si pengendara motor dengan si bayi. Saya ngebayangin, kalo si bayi ini nggak nyaman didudukkan dengan cara begitu, terus dia meronta apa gimana. Apa yang bakal terjadi?

Saya juga pernah melihat seorang perempuan bawa bayi, kayaknya sih masih dua bulanan gitu. Pakai kain gendongan, sih. Di tangan kiri juga, tangan kanannya sambil mengendarai motor. Yang jadi masalah, si bayi sambil menyusu pakai botol, dipegangin si perempuan itu. Yang kepikir sama saya saat itu: jalanan yang sama-sama kami lalui itu bukan jalan mulus alias jalan penuh dengan lubang di sana sini. Saya yakin, motor yang dibawanya pun bakalan sering terguncang. Lalu, gimana dengan si bayi yang sedang menyusu lewat botol itu? Apakah dia akan tersedak karena guncangan? Nggak bisa, ya, berhenti dulu sebentar sampai minum susunya kelar?

Kemarin pagi, persis di depan motor Pa Il, ada pria yang sedang mengendarai motor yang sempat-sempatnya menggeliatkan pinggangnya (sedikit menghadap ke belakang sambil meregangkan pinggangnya gitu) ketika sedang mengendarai motor di jalan layang.

Sigh. Sigh. Sigh.

Kisah soal pengendara dengan anak-anak atau bayi itu mungkin hanya dua yang saya ceritakan di atas. Sisanya banyak, kok. Nggak cukup satu page blog ini buat merincikannya.

Tapi yang terpikir oleh saya adalah: apakah karena mereka masih bayi, terus “nyawa” mereka bisa dibuang dengan cara seperti itu? Saya termasuk yang super rewel ketika Pa Il harus mengajak Ilman dan Zaidan bepergian pakai motor. Meski jaraknya dekat, saya mewajibkan mereka pakai helm dan jaket. Wajib hukumnya, nggak pakai menawar. Ribet emang, tapi paling tidak ada usaha menjaga keselamatan. Bukannya menjaga keselamatan saat berkendara juga salah satu cara bersyukur dan menjaga amanah atas tubuh kita?

Kalo nggak mau ribet pakai helm dan jaket saat berkendara di jarak dekat, ya udah, ga usah pake motor. Jalan kaki aja. Aman dari cerewetan saya juga, kan? 😛

Belum lagi yang seenaknya aja nggak ngasih tanda kalo orang ini mau belok di depan kita. Untuk yang ini, nggak hanya pengendara motor, tapi pengendara mobil juga.

Kalo udah terjadi tabrakan, pasti ribut dan nggak mau ngalah. Pasti ngajak berantem duluan, deh, ngerasa sok bener. Ini sering saya lihat di jalan. Terutama ketika jalanan sedang macet. Di saat saya kebelet pipis, kejadian semacam ini sangat menjengkelkan banget, bukan?

Sebenernya nggak cuma pas lagi numpang motor aja, sih. Pas jadi penumpang mobil juga sama. Tiga tahun lalu, pas perjalanan menuju Semarang, bagian depan mobil kami disenggol motor di daerah Kebumen, kalo nggak salah. Lagi macet parah. Tapi si motor sukses ngacir, padahal bagian depan mobil kami penyok.

Setahun kemudian, saat kami pulang dari Semarang, sekonyong-konyong mobil kami disenggol mobil lain dari belakang, tapi yang nyenggolnya malah ngamukin kita. Pret!

Ya gitu, deh. Kalo kamu termasuk yang demen main akrobat di jalan a.k.a “monyet” sirkus, minjem istilah Arioss, jangan ajak-ajak orang lain, deh. Orang lain – termasuk saya – masih pengen amanah sama nyawa sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s