Blogroll · Racauan

Jadi, Gimana?

Ini murni racauan. Nggak ada tendensi ke mana-mana, ke siapa-siapa. Kalo ada yang ngerasa bete atau kesindir atau apa, yah, terima aja, dah. Mungkin situ mesti memperbaiki diri. Sama kayak di sini juga, kok 😛

Belakangan ini, kok, ya, pada demen banget gitu, ngatain si A dodol, si B menganut ajaran sesat, si C ini lalala, si D blah blah, endesbre endesbre. Seolah-olah yang ngomong ini “hollier than thou” gitu.

Satu komentar saya: NGACA. Ambil cermin segede gaban, terus kalian ngaca di depannya. Apakah kalian serupa dengan yang kalian sebut tadi itu? Yang dodol, lah, menganut ajaran sesat lah, lalala lah, blah blah lah. NGACA, gih!

Sebut saja saya punya teman yang tadinya baik hubungannya dengan saya. Sering sekali dia nulis statement, “statusmu harimaumu”, “mulutmu harimaumu” hingga suatu ketika saya menemukan dia menulis, “Si A dodol”. Nggak usah tanya siapa si A, yang jelas, kontribusi “Si A” ini terhadap negara yang tercinta ini jauh lebih besar dari pada si teman saya yang cuma bisa ngomong, ngeluh, ngejelek-jelekin orang lain, bikin status ngeluh di kitab muka dan di BBM. Dia berkarya? Iya, sih. Tapi kalo saya mau sinis lagi, karya-karyanya cenderung bernuansa suram, padahal dibutuhkan keceriaan di balik semua karyanya. See? Energi negatif yang ada pada dirinya karena rajin dipupuk di dalam statementnya saat membuat status baik di kitab muka maupun di BBM atau di mana aja yang dia punya kesempatan, terbawa saat dia berkarya. Suram semua, deh, nuansa karyanya. Males juga kan liyatnya. Mending kalo nyeni. Tapi ini karya ceria yang terbalut nuansa suram. Serem, deh, jadinya.

Saya juga punya teman yang konon sedang “berhijrah” menuju menjadi seorang Muslim yang taat. Tapi saya perhatikan, dia sering share artikel-artikel hoax dan berisi fitnah.

Baru-baru ini adalah soal isu “Mizan beraliran Syi’ah” yang merebak. Saya cuma ngikik aja, deh. Saya kenal dengan CEO-nya dan tahu beberapa orang yang ada di sana. Katanya ada buku terbitan Mizan yang sarat ajaran Syi’ah. Sebelumnya saya penasaran banget buku apakah yang sarat ajaran Syi’ah, karena saya pembaca buku-buku Mizan, di antaranya adalah Divergent series, How to Train Your Dragon series, dan lain-lain. *Eh, kok, itu isinya Mizan Fantasy semua yak? :P*

Nah, apakah How to Train Your Dragon series, Divergent series itu ajaran Syi’ah?

Saya nonton Perahu Kertas juga. Bukannya itu Mizan Film? Perahu Kertas itu ajaran Syi’ah?

Lalu terungkaplah, di artikel mana lagi yang dishare orang ini, salah satunya, ternyata produk Halo Balita itu sarat ajaran Syi’ah. Sebagai seorang pembaca Halo Balita, saya agak heran juga, sih, dengan artikel ini. Gimana, ya, di produk Halo Balita yang saya punya itu diajarin kemandirian, empati terhadap orang lain, mau mengakui kesalahan, dan lain-lain. Apakah yang ini yang dibilang ajaran Syi’ah? Kok, semuanya bagus dan positif, ya? Kalo saya mengikuti dan menerapkan apa yang diceritakan di Halo Balita itu, berarti saya termasuk pengikut Syi’ah? 😛

Jadi, ajaran Islam yang sebenernya yang mana? Orang-orang yang so called Muslim soleh/solehah ini kok malah terlihat hanya senang share artikel hoax berisi fitnah yang sibuk menuding si ABC menganut ajaran Syi’ah, sementara kontribusinya sendiri untuk negara dan sesamanya apa? Apakah orang ini sudah memberi manfaat terhadap orang lain, selain menebarkan kebencian dan buruk sangka? Atau yang paling deket, hafalan Al Qur’annya sudah sampai mana? Ngaji sehari udah berapa juz? Udah ngasih makan berapa orang dhuafa dalam sehari? Udah sedekah berapa sehari? Nggak perlu disebutin? Atau emang nggak pernah melakukannya sampai nggak bisa disebutin?

Di suatu pengajian Sabtu malam, ibu ustadzah saya bercerita tentang Rasulullaah SAW yang sering dimaki-maki seorang nenek buta di pasar (cmiiw). Biar demikian, Rasulullaah SAW tetap mengurus nenek ini, bahkan menyuapinya setiap hari, walau si nenek ini sering ngomongin beliau dengan cara yang nggak sopan. Hingga suatu ketika, Rasulullaah SAW meninggalkan kita semua, adalah Abu Bakar, ra (tolong benerin nih, kalo saya salah) ingin melanjutkan kebaikan dan kebiasaan baik Rasulullaah SAW dengan menyuapi nenek ini. Masih, sih, nenek ini yang karena buta itu, maki-maki Rasulullaah SAW. Tapi kemudian, si nenek merasa cara menyuapi orang yang sedang menyuapinya saat itu berbeda. Beda orang ya beda style, kali, yah. Lalu nenek ini bertanya, “ke mana orang yang biasa menyuapiku?” Maka Abu Bakar r.a menjawab bahwa orang yang biasa menyuapi nenek itu sudah wafat dan dia adalah Rasulullaah SAW yang biasa dimaki-maki sang nenek.

Ibrah (silver lining) yang bisa saya ambil di sini adalah bahwa Rasulullaah SAW nggak cuma nyuruh kita berbuat baik tapi juga beneran melakukannya. Nggak peduli dilempar, dilukai, dihina dina, tetep aja melakukan perbuatan baik. So, apakah hal-hal seperti ini yang katanya ada di buku-buku Mizan (dalam hal ini di serial Halo Balita yang dituduhkan) adalah ajaran sesat, padahal ini adalah ajaran Rasulullaah SAW?

Truuuuus..saya teringat sesuatu. Beberapa tahun yang lalu, ada yang diajak ngeblokir kitabmuka, nggak, karena yang punyanya Yahudi? Kalo di temlen saya dulu pernah penuh sama ajakan ngeblokir kitabmuka. Saya tandai dan masi inget siapa-siapa aja sampe hari ini orang-orangnya. Sayangnya, screen capture yang ada di HD PC kantor yang saya punya keformat si Putra. Ga bisa saya pamerin, deh, sekarang. Yang jelas, mereka-mereka ini selama dua tahun terakhir paling aktif muncul di temlen saya, sekedar curhat atau ngiklanin dagangannya atau berpendapat. Hihihi. Keknya sih, mereka sempet deaktivasi akun mereka for a while, lalu muncul lagi. Dudududu… bukan rejeki saya sekarang ini pamerin kelakuan mereka di masa lalu 😛

Saya jadi ingat saya pernah share ini di kitabmuka yang saya temukan di salah satu temlen saya

gus mus

Jadi, gimana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s