Uncategorized

Vale is People’s Champion

Ya, ya, ya, saya tahu, tulisan saya udah kelewat basi kalo baru tayang hari ini, sementara racing #TheGrandFinale #MotoGPValencia udah lewat dua hari yang lalu. Baru sempet! Haha.

Seperti yang semua tahu, gara-gara adegan kontroversial di MotoGP Sepang dua pekan lalu, Rossi kena penalti, diskors potong point dan harus mulai start di paling akhir, urutan ke-26. Ini membuat kedudukan Rossi yang tadinya jadi World Champion hilang. Jujur aja, sebagai fans Valentino Rossi rasanya marah banget lah dengan keputusan penalti ini. Tentu saja saya nggak sendirian. Jutaan fans Vale juga merasakan hal yang sama.

Sejujurnya, MotoGP tanpa kehadiran Valentino Rossi itu bikin ngantuk. Paling males kalo udah Jorge Lorenzo, Marc Marquez dan Dani Pedrosa berada di urutan depan dan kamera hanya mengarah pada mereka bertiga. Saya pasti terkantuk-kantuk karena nggak ada pertarungan sengit yang bisa bikin napas berhenti sesaat atau teriakan-teriakan layaknya nonton balapan. Serasa nggak nonton balap, karena segala tampak teratur. Cuma Rossi yang bisa bikin nonton balapan ya emang nonton balapan. Karena selalu bikin jantung berdebar lebih kencang plus mata berkonsentrasi menatap layar. (Iya, sejauh ini, saya baru bisa nonton di pesawat tipi, kekekeke).

Saya menyadari bahwa pertarungan sesungguhnya terjadi ketika MotoGP Jepang dan Sepang – Malaysia lalu, di mana Marc Marquez yang sebetulnya bisa melaju jauh di depan, terus menerus membayangi Rossi yang posisinya masih ada di belakang Lorenzo, mun ceuk Sundana mah “ngagokan” (kalo dalam bahasa Sunda, “ngagokan” atau bikin kagok/menghalangi) Rossi biar ga jadi juara.

Memang agak disayangkan, ketika di MotoGP Sepang, Rossi terpancing bereaksi atas “godaan” Marc, sehingga dia sempat berhenti sesaat untuk menghalangi balik Marc, yang ternyata malah bikin Marc jatuh. Eh, justru malah banyak meme yang bilang kalo Rossi nendang motor Marc, kan. Padahal kalo mau Pause bentar, terus klik Play slow motion, bakalan kelihatan kalo Rossi sama sekali nggak nendang motor Marc. Soal Marc jatuh, itu sih…. cuma Marc dan Tuhan yang tahu kenapa 😀

Sungguh mengesalkan ketika Vale mengajukan banding atas skorsnya nggak digubris. Mau nyumpah-nyumpah Marc Marquez juga buat apa, udah kejadian juga dan ga bisa bikin gaji saya naik 😛

Balik lagi ke #TheGrandFinale, saya berterima kasih banget pada penyelenggara karena kamera banyak mengarah pada motor 46, bukannya ke battle di depan 😀 Sehingga kita semua tahu, siapa the real fighter dan seperti apa the real battle itu. Bayangin aja, dari posisi ke-26 bisa melewati semua lawannya dengan smooth sampai ke posisi 4 di 15 laps remaining itu keren banget. Soal nggak bisa ngejar ke posisi 3 besar mah jelas, lah, yang di depan itu kan emang pada langganan juara dan start mereka udah di depan sejak awal.

Dari pengamatan saya yang cuma penonton dan ga ahli banget soal balapan ini, pas di MotoGP Valencia itu keliatan banget kalo Marc Marquez jadi pengawal Lorenzo. Dengan kemampuannya, bukannya dia bisa melampaui Lorenzo dan berada di depan? Eaaa. Iya, ini tulisan fans Rossi yang sebel abis sama Marc. Hahahaha.

Selamat buat Jorge Lorenzo untuk jadi World Champion 2015. Mudah-mudahan Lorenzo punya perasaan gak enak dapet championship karena “dikasih” 😛

Sekarang lagi sebel banget karena baca-baca komentar miring soal ketidakhadiran Valentino Rossi di MotoGP Award -__-! *ahahaha, iya, ini posting kompor banget* 😛

Apa pun itu, saya tetep bangga pada Vale. Dia layak dinobatkan sebagai People’s Champion. Proud of you, Vale!

vale1 vale2

*sumber foto: Twitter Yamaha Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s