Uncategorized

Pagi tadi, masih lulungu baru bangun tidur, zaidan marah-marah sambil ngambrukin setumpuk majalah, gara-gara stool singgasana favoritnya iseng diduduki papanya (iya, zaidan selalu marah kalo ada yang duduk di singgasana favoritnya). Ilman yang udah kelar mandi dan berseragam, nunggu jemputan sambil striming Handy Manny bergegas membereskan yang sudah diberantakin zaidan.

Ilman: “diberantakin sama? Adek!”
Me: “iya, makasih ya, udah bantuin beresin”

Nggak lama kemudian, papanya pamit duluan karena harus briefing pagi banget sehubungan dengan kunjungan pak menteri di kantornya, tiba-tiba ilman bilang, “charger hape papa ketinggalan!” *situasinya dia lagi pake charger itu*. Saya minta izin ilman untuk mencabutnya dan menyerahkannya pada papanya.

Terus terang, pagi ini terharu dengan sikap ilman yang menunjukkan kepeduliannya tanpa diminta tolong terlebih dahulu. Good job, boy! Perjalanan masih panjang! – with Fahmi and Shidiq

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s