Blogroll · Cerita Bandung · Racauan · Review

[review] TMB Sarijadi – Cicaheum

9 Desember 2015. Selamat Hari Anti Korupsi! Selamat Hari Pilkada Serentak!

Berhubung saya tinggal di kota Bandung yang sedang tidak ada pemilihan apa-apa (pemilihan ketua RT sudah berlangsung beberapa pekan sebelumnya), maka kami menikmati hari libur nasional kemarin untuk mencoba salah satu transportasi publik yang baru saja diresmikan oleh wakil walikota Bandung, Bapak Oded M. Danial pada hari Jumat, 4 Desember 2015, yaitu Trans Metro Bandung Sarijadi – Cicaheum.

photo 2
Trans Metro Bandung Cicaheum – Sarijadi

Kebetulan, Pa Il ada tugas keluar kota hari Senin dan Selasa, jadi anak-anak “nagih” acara bareng papanya hari Rabu kemarin πŸ˜€

Kami mulai berangkat dari Shelter TMB – Surya Sumantri 02, berlokasi di depan Setra Sari Mall, persis seberangan sama Domino Pizza Lemahneundeut.

photo 3
Shelter TMB – Surya Sumantri 02

Beli tiket ke petugas yang jaga di shelter, satu orang tarifnya Rp. 3000,-. Murah, yaa… Terus, yang dihitung orang dewasa aja, jadi Ilman sama Zaidan nggak kena hitung. Tapi, saya pikir nggak adil juga kalo saya naik berempat bayar cuma dua, mengingat Ilman udah ga dipangku juga toh. Jadi saya tambah satu lagi beli tiketnya πŸ˜€

Btw, tiketnya nggak bisa disimpan untuk koleksi. Karena nanti ada petugas yang mengambil tiket kita πŸ˜€

photo 4
Tiket Trayek Sarijadi – Cicaheum

Kami nggak nunggu lama juga sih. Sesuai jadwal, langsung berangkat aja. Bismillaah…

photo 1
Grup Lenong d’Fahmi πŸ˜›

Eh, di dalam bis, kami ketemu salah satu guru di sekolah Zaidan, Bu Nina πŸ˜€

photo 1
Zaidan yang tersipu-sipu ketemu bu gurunya. Hihihi. Mak! Angle foto ini bikin saya jauh lebih gemuk! Aslinya ga gini! >_<

Ternyata tujuan seluruh penumpang saat itu termasuk kami, hanya mau menjajal naik bis ini sampai Cicaheum, terus balik lagi ke Sarijadi. Hihihi. Kalo saya sih emang pengen tahu aja rutenya ke mana aja, karena ini akan jadi alternatif transportasi umum saya ketika nggak nebeng Pa Il ke kantor πŸ˜€

Kalo dari Sarijadi, rutenya dimulai dari Surya Sumantri – Dr. Djundjunan – Jalan Layang Pasupati – Cikapayang – Jl. Prabudimuntur – Jl. Surapati – Jl. PHH. Mustofa – Koridor 3 Terminal Cicaheum. Rute sebaliknya, sama, tinggal dibalik aja. Heuheu.

photo 2
selain tempat duduk yang berhadapan, ada juga tempat duduk menghadap ke depan, seperti yang saya duduki

Karena masih baru, interiornya terasa nyaman. Mudah-mudahan terawat terus, ya, jadi kapan aja naik TMB tetap terasa nyaman. Tak terasa, kami sudah tiba di Terminal Cicaheum (berhubung sedang libur juga, kan, nggak pake macet. Haha)

Oya, saya sempat bertanya pada pak kondektur mengenai jadwal keberangkatan, mungkin informasi ini berguna:

Dari Shelter Surya Sumantri 02, keberangkatan mulai jam 09.00 – 18.00, setiap 10 menit sekali (tergantung ketersediaan bis, bisa aja kan ada bis yang kejebak macet, jadi nggak sampai tepat waktu)

Dari Koridor 3 Terminal Cicaheum, keberangkatan mulai jam 09.00 – 17.00, setiap 10 menit sekali juga dengan kondisi seperti di atas.

Sejauh ini, ada 10 unit TMB Cicaheum – Sarijadi. Mudah-mudahan lancar selalu juga terpelihara.

Pelayanannya ramah, semoga seterusnya seperti itu, bukan pas baru beroperasi saja.

photo 3
Pak Kondektur dan Ilman πŸ˜€

Cuma ada ganjalan sih, satu. Tapi bukan dari faktor TMB, melainkan dari sesama penumpang, ketika kami naik bus balik menuju Sarijadi.

Jadi ada sekeluarga besar dengan anak yang banyak, ya, mungkin merasa senang berada di dalam bis sebesar itu (Ilman sih kasih nama Tayo, kayak anime Tayo – the Little Bus :D). Anak-anak ini berisik, lari sana sini, guling-guling di lantainya, padahal bis sedang berjalan. Sebenernya nggak cuma anak-anaknya aja, ibu-ibu mereka juga heboh banget ngobrolnya -_-!

Dan yang bikin khawatir karena anak-anak ini senang berada di dekat pintu, yang bisa terbuka ketika sedang berada di shelter kan. Belum lagi anak-anak itu iseng mempermainkan peralatan yang ada di dalam bis.

Well, saya juga bawa anak, nih, dua. Mereka juga sama seperti anak-anak lain di dunia, nggak bisa diam anteng walau satu menit saja. Tapi mereka bisa diminta untuk anteng di dalam bis karena mereka paham bahayanya berlarian di dalam bis yang sedang berjalan.

Seperti yang pernah dibilang Walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil, ketika pemerintah kota Bandung berusaha membuat Kota Bandung lebih ramah, baik itu lingkungan maupun transportasinya, nggak akan terwujud kalo orang-0rangnya nggak bisa mendukungnya. Kalo ibu saya sih bilangnya, “orang-orang itu ndeso“, karena ga tertib. Nah, kalo kalian ingin tetap nyaman berada di dalam TMB, yuk, jaga kenyamanan sesama penumpang πŸ˜‰

So far, kemarin saya, Pa Il, dan anak-anak suka naik TMB. Dan kemungkinan akan jadi salah satu transportasi umum yang akan kami naiki kalo lagi malas bawa kendaraan sendiri πŸ˜‰

Mudah-mudahan dengan berbagai pembenahan transportasi di Bandung, bisa jadi salah satu solusi mengurangi kemacetan dan polusi juga, biar Bandung cocok lagi disebut Parijs van Java ^_^

Keep up the good work, pemerintah Kota Bandung!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s