Uncategorized

Sejak Rabu malem, ada demam dan badan nggreges nggak jelas, akhirnya tumbang sampai tadi malem. Pagi ini udah merasa mendingan, tapi kepala masih berat. Abis dari pasar, rebahan bentar, seperti biasa tiap liyat saya rebahan, zaidan narik tangan minta ditemenin main.

Saya: “kepala bunda sakit, dek. Sayang-sayang, dong…”

Zaidan bereaksi, ngusap-ngusap kepala saya dengan keras, meluk kepala saya, mendorongnya ke kanan ke kiri, lalu… “Bhuuuur!”… kepala saya disembur

Saya: “adek? Kenapa kepala bunda disembur?”

Dia cengar cengir aja sambil berlalu

πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘ with Fahmi

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s