resume pengajian

Baik Sangka

Jumpa lagiiii…. Ini ringkasan tausiyah hari Minggu kemaren di pengajian kompleks rumah… 😀

Jadi, kemarin tuh topik pengajiannya membahas mengenai Berbaik Sangka pada Allah SWT. Pekan sebelumnya ada tema terkait juga, sih, tentang penghalang doa dikabulkan Allah. Nanti, deh, saya ringkas di posting selanjutnya.

Berbaik sangka atau berhusnudzhan pada Allah SWT itu perlu dilakukan ketika….

  1. Menjelang ajal. Sebagian besar orang menjelang ajalnya diberi ujian berupa sakit. Ini adalah saat-saat setan masuk dan menggoda manusia supaya ketika menjelang ajalnya berburuk sangka pada Allah. Misalnya ketika orang tersebut merasa sangat sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh, setan akan senantiasa menggoda manusia itu supaya marah pada Allah. Salah satunya dengan mempertanyakan sakit yang dideritanya, “Why me, ya Allah?” Konon, pertanyaan ini sudah masuk ke berburuk sangka pada Allah. Padahal, kalo kita sedang sakit dan kita bersabar, insya Allah sakit kita itu akan menjadi penggugur dosa-dosa kita. Jika kita bersabar saat sakit hingga ajal menjemput, semoga Allah sudah mengampuni semua dosa-dosa kita ketika kita berpulang. Aamiin. Dudududu… teorinya terasa mudah, yaaa… Praktiknya…. hiks…
  2. Berdoa. Ada beberapa hal mengenai doa yang saya yakin semua orang sudah tahu. Doa yang langsung dikabulkan saat itu juga,  doa yang pengabulannya ditunda dulu karena Allah akan mengabulkannya di saat yang tepat, serta doa yang dikabulkan dengan cara menggantikan dengan hal lain yang menurut Allah lebih baik. Berhubung salah satu karakter manusia itu nggak sabaran, ketika merasa sudah berdoa sekian lama dalam jangka waktu tertentu, langsung “nuduh” kalo Allah nggak mengabulkan doanya. Nah, “menuduh” Allah nggak mengabulkan doa kita itu sama dengan berburuk sangka pada Allah. Padahal semestinya kita ingat ada tiga hal terkait doa. Kita harus ingat bahwa doa kita selalu didengar oleh Allah.
  3. Bersedekah. Kita selalu beranggapan bahwa ketika kita bersedekah, kita akan mendapatkan balasan berupa perolehan materi yang lebih banyak. Padahal, rezeki itu nggak selalu dalam bentuk materi. Fisik yang sehat, diberi kenikmatan menikmati makanan atau tidur, merasa aman, diberi kesempatan menuntut ilmu dan bersilaturahiim itu adalah rezeki yang tidak dapat digantikan dengan berapa pun nominal yang ada di dunia ini. Jadi, ketika kita bersedekah, jangan berharap mendapat balasan berupa materi. Percaya saja bahwa Allah selalu menggantikannya dengan yang lebih baik. Lalu syukuri.
  4. Mendapat ujian. Seringkali ketika kita mendapat ujian yang tidak menyenangkan, kita marah pada Allah. Padahal, boleh jadi, ketika Allah memberikan kita ujian dan kita kemudian bersabar, Allah akan menggugurkan dosa-dosa kita. Harap bersabar. Ini ujian… 😀

Kemarin kebetulan saya iseng nanya sama bu ustadzah, “gimana dengan seorang wanita yang menilai dirinya terlalu tinggi sehingga dia merasa tidak ada seorang lelaki pun yang sederajat dengannya untuk menikah dengannya?”

Bu ustadzah lalu cerita mengenai kisah sahabat, Zulaibib. Dari segi fisik, Zulaibib bukanlah pemuda tampan, miskin, ditambah lagi asal usul keluarganya nggak jelas. Di Arab saat itu, asal usul seseorang yang nggak jelas itu adalah aib. Rasulullaah SAW bertanya padanya, apakah dia tidak punya keinginan untuk menikah. Zulaibib menjawab, “wahai Rasulullaah, saya tentu saja ingin menikah, karena saya laki-laki normal. Tapi saya tahu diri, siapa yang mau menikah dengan saya?”

Kemudian, Rasulullaah SAW meminta Zulaibib mendatangi sebuah bani, untuk meminang salah seorang anak gadis dari bani itu. Semula, ketika Julaibib datang, disambut dengan gembira, karena kepala keluarga itu mengira Zulaibib adalah utusan Rasulullaah SAW yang meminang salah satu putrinya. Ketika tahu bahwa Zulaibib datang meminang untuk dirinya sendiri, langsung ditolak. Namun, anak perempuan yang hendak dilamar itu secara kebetulan mendengar percakapannya. Dan karena dia seorang perempuan yang bertakwa, dia menerima lamaran Zulaibib. Kemudian terjadilah pernikahan itu.

Semalam setelah pernikahan, Zulaibib mendengar ada “undangan” untuk berjihad. Dia pun meminta istrinya untuk mempersiapkan apa yang harus dibawanya untuk berperang dan Zulaibib pun syahid dalam peperangan itu. Allah memisahkan keduanya dengan cara yang indah. Zulaibib belum sempat menyentuh istrinya, langsung syahid. Istrinya sendiri kemudian mendapat kesempatan untuk menikahi pemuda lain yang lebih baik fisiknya.

Nyambung ke pertanyaan saya itu, kebanyakan dari kita emang merasa calon pasangan yang diarahkan ke kita seringnya tidak sekufu. Entah itu karena pendidikannya lebih rendah, lebih miskin atau apa lah. Padahal, dalam sebuah pernikahan, ada 4 kriteria: kecantikan, harta, keturunan, dan agama.

Rasulullah pernah bersabda :
“Wanita itu dikawini karena hartanya atau kecantikannya, keturunannya atau agamanya, maka hendaklah kau memilih yang mempunyai agama yang kukuh, niscaya anda akan bernasib baik.”
Jadi, kalo misalnya dari tiga kriteria lain nggak sekufu/setara, pilihlah dari sisi agamanya. Kalo punya landasan agama yang kuat, tiga kriteria itu udah ga terlalu penting lagi. Kan, tujuan menikah dalam Islam itu menggenapkan separuh dien, bukan?
Nah, balik lagi ke pertanyaan saya yang tadi dikaitkan dengan berbaik sangka pada Allah, sebagai manusia, kita nggak boleh memandang diri kita terlalu hebat sampai nggak ada orang lain yang cukup oke buat jadi pasangan kita, hanya karena dia kurang ganteng/cantik, kurang kaya, atau pendidikan jauh lebih rendah. Selalu yakin, kalo Allah sudah menyiapkan pasangan buat kita yang terbaik walau mungkin nggak setara dari tiga kriteria di atas. Selalu berbaik sangkalah pada Allah.
Jelas, ya?
Intinya, kalo berbaik sangka terus sama Allah, hidup kita akan lebih tenang.
Demikianlah pengingat minggu ini. Semoga bermanfaat ^^
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s