just my two cents · Racauan

Does Bullying Satisfy You?

bully/ˈbʊli/

to frighten or hurt someone who is smaller or weaker than you

to use your influence or status to threaten or frighten someone in order to get what you want

Malem-malem lagi rada pengen curhat sedikit. Atau banyak? Bukannya tidur awal biar nanti bangun sahur nggak kesiangan, ya… Ini malah curcol. Hihi…

Entah sejak kapan, timeline media sosial saya isinya penuh banget sama yang ngebully. Satu ngebully, di bawahnya ngeburudul komentar-komentar yang mendukung bullying ini. Bahkan nggak tanggung-tanggung, orang yang disebut pemimpin juga ikut kena bully. Haelah…

Sejak kapan, ya, orang-orang kayak gini udah nggak punya lagi sopan santun? Katanya, orang Indonesia itu terkenal ramah dan sopan. Kalo ngeliyat tindak tanduk mayoritas orang Indonesia di timeline saya, jujurly saya mendadak skeptis. Serius orang Indonesia itu ramah dan sopan?

Kayaknya definisi kata “ramah” dan “sopan” perlu direvisi ulang, deh, kalo ternyata hobi bullying termasuk di dalam karakter “ramah” dan “sopan” tadi.

Udah berapa banyak pertemanan rusak gara-gara pada sok pinter soal politik dan agama di media sosial lalu berujung pada saling bullying?

Beberapa hari lalu, ada yang share link sebuah video seorang ibu yang cerita kalo anaknya bunuh diri gara-gara dibully. Anak ini dibully karena dia berbeda dengan teman-temannya. Banyak, sih, video-video bullying yang beredar. Herannya, dibiarin viral, bukannya segera diatasi. Jadi seolah-olah melakukan bullying itu keren, hebat. Nggak anak-anak, nggak remaja, nggak orang dewasa, nggak manula. Pada ke mana hati nurani kalian? Nggak takut karma, ya? Sesekali, coba deh, pakai sepatu orang yang dibully. Mungkin akan tau rasanya. Kayak mencubit orang, kita nggak tahu rasanya sakit dicubit, sampai kita sendiri dicubit orang lain.

Yang bikin saya sampai pengen nulis ini adalah… waktu saya dapat kabar kalo T.O.P, salah satu personil BIGBANG (boyband Korea), sedang kritis. Sampai tulisan ini terbit, masih belum jelas gimana kabar T.O.P ini.

Saya memang bukan VIP (fans BIGBANG), tapi saya salah seorang penikmat karya mereka. Saya mungkin nggak punya ikatan emosi dengan member BIGBANG kayak saya punya “ikatan emosi” dengan semua member CNBLUE, karena saya BOICE (fans CNBLUE). Tapi, sebagai penikmat karya BIGBANG, tentu saya tahu siapa saja personel di dalam boyband itu dan mendengar berita ini, jujur aja, saya sedih banget.

Menurut Rain, yang merupakan salah satu VIP bangkotan tua,  sekitar delapan bulan lalu, tepatnya Oktober 2016, T.O.P sempet nyicip barang haram bernama mariyuana. Sejak beberapa pekan ini, T.O.P sedang menjalani masa wamil (wajib militer). Tapi, beberapa hari lalu, keluar sebuah artikel di Jepang, yang bilang kalo T.O.P memakai kokain, yang konon terbukti dari hasil tes rambutnya.

Reaksi netizen, biasa, deh, langsung ngebully T.O.P, sementara itu, dia dikeluarkan dari wamilnya, untuk dilakukan penyelidikan dan mungkin nerima hukuman juga. Masalahnya, T.O.P itu orangnya beneran tertutup dan sensitif banget. Jangankan nerima dibully, disentuh fans aja dia bisa stres, lho! Apalagi dibully gila-gilaan oleh para netizen. Dan ini bikin T.O.P stres dan kabarnya sih, dia ngobat yang bikin dia over dosis.

Lalu dibawalah ke rumah sakit, tapi dia kritis sampai perlu dirawat di ICU. Dari sini, berita makin simpang siur, karena ada yang bilang dia sadar, ada juga yang bilang dia koma, dan lain-lain. Jadi, semua yang “kenal” baik dengan T.O.P menunggu konferensi pers dari pihak manajamen artis mereka, YG Entertainment, untuk tahu kondisi T.O.P yang sebenernya gimana.

Tentu saja, YG Entertainment harus bikin skenario (entah apa jadinya) untuk konferensi pers nanti. Mudah-mudahan, sih, skenario yang dikonferensikan nanti emang skenario yang sebenar-benarnya, bukan berita yang ditutup-tutupi untuk tetap menggembungkan pundi-pundi uang mereka.

Apapun itu, saya ikut mendoakan semoga T.O.P sehat dan kembali beraktivitas seperti sebelum ini terjadi.

Setahun lalu, Jung YongHwa (JYH) dan Jung Hyun CNBLUE juga kena masalah hukum. Mereka berdua beli saham di dalam manajemen mereka sendiri, yang mana itu adalah tindakan ilegal. Waktu itu ada aktor senior masuk ke manajemen artis mereka, sehingga harga saham lumayan menggiurkan.

Saya nggak terlalu ngikutin komentar para netizen saat itu, karena justru yang saya khawatirkan banget, JYH malah menghilang dari peredaran saat itu dan saya, yang punya nama lain Emotional Angel (ceritanya panjang, pokoknya nama ini ada sangkut pautnya sama JYH), lumayan stres begitu ngecek akun medsos JYH nggak ada apdet.

Nah, sebagai seseorang yang merasa punya “ikatan emosional” dengan JYH, ketidaktahuan saya akan keberadaannya tentu membuat panik dan sedih. Tentu saja saya akhirnya hanya bisa mendoakannya, semoga dia baik-baik saja dan semoga pihak manajemennya mampu menyelesaikan masalah ini tanpa membuat JYH depresi. Nggak bisa ngebayangin kalo JYH jadi depresi. Hiks hiks

Waktu itu, sih, selain saya mendoakan semoga JYH aman-aman aja, saya juga berharap, manajemennya bisa memblokirnya dari semua serangan netizen (kalo ada, sekali lagi, saya nggak ngurusin omongan netizen, jadi saya nggak tahu).

Jadiiii… pas JYH muncul lagi, saya lega bukan main, sampai sujud syukur! Iya, saya tahu saya lebay… tapi… kalo kamu ada di posisi saya, kamu akan tahu rasanya!

Balik lagi ke soal T.O.P yang kondisinya sekarang masih penuh tanda tanya, kalopun dia bener-bener kritis, saya harap dia bisa segera sadar dan sembuh. Perlu doa kenceng dari banyak orang. Saya nggak berani berandai-andai atau membayangkan yang terburuk saat ini…

Kalo sampai terjadi sesuatu yang terburuk, apakah para netizen yang membully T.O.P akan merasa puas? Terus, kalo udah puas, mau apa lagi?

Again, does bullying satisfy you? What if you put on the bullied’s shoes? What if one of your family member is the bullied?

bigbang-t.o.p
Get well soon, T.O.P! Stay strong, please…. 😥
Advertisements

2 thoughts on “Does Bullying Satisfy You?

  1. Aku pun bukan VIP dan gak kenal2 banget karya BigBang, tapi aku tahulah mereka. Dan waktu dengar ceritanya T.O.P ini aku sedih. Tekanan jadi idol itu luar biasa lho. Fans yang seharusnya saling mendukung malah kadang jadinya saling menjatuhkan. Aku juga gak ngerti kenapa bisa begitu. Menurutku tekanan bagi idol bukan semata resiko jadi idol. Fans , khususnya yang main internet, harus belajar menghargai juga dong. Semoga yang terbaik untuk T.O.Pb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s